Professional Athletes | INTERVIEWS | 3 weeks ago
Nugroho Pramono: Fitness Coach Yang Berangan Melatih Presiden RI Joko Widodo
Sebagai Certified Personal Trainer dengan banyak keahlian di bidang olahraga, Nugroho Pramono sangat penuh perhatian dalam menyusun personal training program untuk kliennya, seperti yang ia jelaskan di artikel ini.
29 August 2019 15:33
Text by Astri Suciati


Nugroho Pramono adalah satu dari sekian banyak pelatih kebugaran pribadi yang mendedikasikan keahliannya untuk membantu kliennya agar hidup lebih sehat dan mencapai body goals yang diharapkan. Sport performance & golf conditioning, TRX level 1, Cardio Boxing, Circuit Training Program, HIIT dan Senior - Junior Corrective Posture Exercise adalah beberapa di antara spesifikasi latihan yang dikuasainya. Selain freelance, ia juga melatih di The Gym Pondok Indah Golf, dimana ia juga menangani tingkat kebugaran atlet golf.

Penikmat kopi yang juga gemar mengeksplorasi biji kopi ini berbagi cerita seputar aktivitas dan pengalamannya di dunia kebugaran, hingga keinginannya untuk bisa melatih orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo.


Sejak kapan dan bagaimana awalnya bisa menjadi personal trainer?

Awalnya di tahun 2000 lulus SMK, saya berinisiatif melatih tubuh saya yang kurus ini dengan berat badan 50 kg dan tinggi badan 170 cm untuk mempunyai badan ideal. Sejak saat itu saya berupaya melatih tubuh saya hingga seperti sekarang ini. Berawal dari hobi inilah, saya memutuskan untuk mencari pengalaman menjadi seorang personal trainer yang profesional dan handal, dengan bekal belajar otodidak dan belajar pengalaman dari mentor-mentor saya yang mempunyai pengalaman di dunia olahraga kebugaran. Saya terjun ke dunia industri fitness pada tahun 2007, awal karir saya berawal dari sebuah mega gym terkemuka yang pada saat itu baru muncul di Indonesia terutama di Jakarta. Dari sanalah saya mendapatkan pengalaman menjadi instruktur fitness yang profesional.


Jelaskan seperti apa personal training program yang Anda susun untuk klien.

Personal Training Program disusun secara personal training (one-one), atau bergroup     

Untuk Personal (one-one) disusun menurut data personal masing-masing klien yang akan saya training dan berdasarkan fitness health questioner.

    - Riwayat fitness kebugaran klien harus lebih saya lihat latar belakang si klien terutama data kesehatan 6 bulan terakhir ini.

    - Riwayat medical check-up dalam 6 bulan terakhir.

    - Body Assessment (body measurement) TB, BB, Body fat, BMI, lingkar dada, lingkar lengan, lingkar perut, lingkar pinggang, dan lingkar paha.

    - Target si klien harus jelas juga apa yang menjadi motivasi terbesar si klien untuk memulai olahraga fitness ini (body goals).

    - Target dalam jangka waktu berapa lama.

Setelah semua data terkumpul barulah saya menyusun Personal Training Program.  

    - Contoh untuk kasus ini ada klien usia 45 tahun seorang ibu rumah tangga, tinggi badan: 168 cm, berat badan: 75 kg. Ibu ini mempunyai data kesehatan yang bagus, mempunyai target untuk menurunkan berat badannya yang berlebihan dan mempunyai bagian tubuh yang bertimbun lemak di daerah sekitar paha, perut dan lengan.

    - Dari studi kasus ini, ibu ini mempunyai target weight loss program dan bodyfat (lemak dalam tubuh).

    - Target berat badan 75 kg – 20 kg = (55kg) ,BodyFat dari 32% > 20% ideal bodyfat.

Dengan anjuran pola latihan 3-4 x seminggu, ibu ini dapat menempuh targetnya dalam jangka waktu 9-12 bulan dengan menjaga pola makan yang kaya serat dan terhindar dari makanan junk food.     

        Pola latihan yang saya buat dalam jangka waktu 9-12 bulan dengan metode Total Body Workout dan Circuit Training Program, dengan contoh sebagai berikut:

    - Monday: (Lift, Pull, Push) & Core 

    - Wednesday:  (Lift, Pull, Push) & Core

    - Friday: (Lift, Pull, Push) & Core

    - Pola latihan 3 set dan 10-12 reps 


Salah satu spesifikasi Anda yaitu Sport performance & golf conditioning. Apa itu? 

Sport Performance & Golf Conditioning mengacu kepada olahraga yang kita tuju untuk meningkatkan dan menjaga kemampuan individu si klien atau si atlet, agar tetap terjaga level fitness si atlet secara fisik dan ketahanan tubuhnya, terutama olahraga yang saya latih di olahraga golf.   


Menurut Anda, apa manfaat terbesar bagi seseorang jika menggunakan pelatih pribadi?

Si klien bisa mendapatkan nilai latihan yang bernilai tanpa ada keraguan dalam berlatih, terhindar dari cedera yang fatal. Utamakan keselamatan dalam berlatih tubuh (safety first), target dan fitness health si klien ditargetkan dengan sempurna sesuai keinginan mereka.