Wellbeing | WELLBEING | 1 month ago
Berpikir Positif Dan Berdamai Dengan Diri Sendiri Ala Meira Anastasia
Meira Anastasia adalah istri komedian dan sutradara Ernest Prakasa, yang juga turut menyutradarai film Milly & Mamet yang booming akhir tahun 2018 lalu. Yuk kita ngobrol dengan wanita yang aktif mendukung gerakan Body Positivity dan Love Your Body ini! 
15 January 2019 17:07
Text by Astri Suciati


Siapa yang belum menonton film Milly & Mamet akhir tahun lalu? Film spin-off Ada Apa Dengan Cinta ini selain disutradarai oleh Ernest Prakasa, stand up comedian dan aktor, juga melibatkan sang istri, Meira Anastasia sebagai Co-director. Belakangan nama Meira pun semakin banyak dikenal publik, selain berkat keterlibatannya di proyek film garapan sang suami, juga karena ia aktif menyuarakan body positivity atau berdamai dengan bentuk tubuh dan menerima ketidaksempurnaan diri sendiri. Ia juga kerap memposting kegiatannya berolahraga di Instagram, bukan untuk memperoleh tubuh yang sempurna bak model fitness, namun lebih kepada menjaga kesehatan, kebugaran dan agar lebih bahagia. Bahkan tahun lalu ia juga menulis sebuah buku berjudul “Imperfect” yang akan segera diangkat ke layar lebar.

Wanita yang mulai menginspirasi banyak follower-nya untuk mencintai diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki ini berbagi kisah mengenai pengalaman hidupnya, serta pemikiran-pemikirannya mengenai hal-hal yang terjadi di dunia maya, khusus untuk FabFit by (X).S.M.L.


Baru saja sukses dengan film Milly & Mamet akhir tahun lalu, proyek apa lagi yang akan atau sedang direncanakan di tahun ini?

Tahun ini, aku dan Ernest sedang mempersiapkan film terbaru kami yang akan tayang di bulan Desember 2019. Cerita film ini diangkat dari buku “Imperfect” yang aku tulis dan terbitkan di tahun 2018 yang lalu.


Sejak sukses berkarya bersama Ernest, Anda mulai menjadi panutan dan menginspirasi banyak orang lewat postingan yang positif di Instagram. Bagaimana Anda melihat hal ini?

Senang karena bisa berkontribusi positif untuk orang lain melalui media sosial. Karena banyak juga yang beranggapan kalau media sosial (Instagram) kadang memiliki imbas yang buruk terhadap penggunanya. Tapi aku mencoba untuk terus sharing hal-hal positif atau proses pembelajaran (suka duka) yang aku lalui, agar orang juga bisa melihat kalau konten di Instagram tidak melulu sempurna.