Professional Athletes | INTERVIEWS | 1 month ago
Body Image Yang Sehat Ala Coach Regina Stefani
Regina Stefani adalah salah satu fitness trainer yang punya private studio sendiri bernama FitBID. Selain kecintaannya terhadap olahraga, ia juga ingin membangun konsep body image yang sehat bagi kliennya.
20 August 2019 19:10
Text by Astri Suciati


Regina Stefani, fitness trainer berpenampilan tomboy dan berperawakan mungil namun lean dengan perut sixpack. Siapa sangka bahwa salah satu latihan yang diajarkan olehnya yaitu Pre-Post Natal alias latihan untuk Ibu hamil dan setelah melahirkan, selain ia juga mumpuni di Functional Weight Training.

Lulusan S1 Psikologi Universitas Atma Jaya ini juga salah satu coach yang peduli dengan body image dan body positivity, isu yang terbilang masih hangat bagi para perempuan di seluruh dunia. Berbekal penelitian yang dilakukannya semasa kuliah, ia ingin membangun konsep body image yang sehat dengan fitness melalui sebuah studio pribadi yang didirikannya: FitBID. 

Perempuan yang hobi traveling dan jalan-jalan dengan anjing peliharaannya ini berbagi banyak hal mengenai dunia fitness yang digelutinya dan pandangannya tentang body image, hingga soal perut sixpack kebanggaannya. 


Sejak kapan dan bagaimana awalnya bisa menjadi fitness trainer?

Saya memulai karir sebagai fitness trainer di tahun 2015, berangkat dari pengalaman saya saat masih menjadi member di salah satu mega gym di Jakarta pada tahun 2014. Sekali waktu, saya melihat sesama member yang sedang latihan beban. Meskipun saat itu saya hanya memiliki pengetahuan minim di bidang fitness, namun saya tahu bahwa gerakan yang dilakukan member tersebut berbahaya dan dapat mengakibatkan cedera. 

Dengan niat baik, akhirnya saya memberanikan diri untuk berkenalan dengan member tersebut dan memberi pengarahan gerakan yang lebih aman. Sejak itu saya terinspirasi untuk dapat membantu lebih banyak orang lagi, apalagi dapat membantu mencapai target fitness dan menyehatkan secara fisik dan mental. Akhirnya saya mengambil sertifikasi fitness trainer di tahun 2015 dan terus mendalami mengenai fitness training hingga sekarang.


Seperti apa gerakan-gerakan dalam latihan Pre/post Natal itu? Dan sebaiknya mulai usia kehamilan berapa dianjurkan untuk berolahraga, atau berapa lama sejak melahirkan untuk bisa berolahraga kembali?

Gerakan latihan Pre-Post Natal berbeda di setiap trimester dan itu saya pelajari lebih dalam mengenai perbedaannya ketika mengambil sertifikasi Pre-Post Natal Trainer di APKI (Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia). Untuk Ibu yang menjalani kelahiran normal sebaiknya memulai latihan 6 minggu setelah melahirkan, sementara Ibu yang menjalani kelahiran Caesar sebaiknya 3 bulan pasca-operasi. Tentunya, semua harus memiliki “surat jalan” dari dokter sebelum memulai latihan bersama certified Pre-Post Natal Trainer.


Bisa diceritakan tentang FitBID dan awal mulanya membuat private fitness studio ini, apa saja kelas dan layanan yang ditawarkan?

Saya merintis FitBID sejak tahun 2015 dan studio FitBID baru open for business di awal tahun 2019. FitBID adalah singkatan dari Fitness and Body Image Development. Saya mendapat konsep FitBID ketika saya sedang menyelesaikan tugas akhir S1 Psikologi yang mengambil tema body image dan fitness. Saya mengambil kesempatan untuk menjadikan fitness training sebagai sarana menciptakan body image yang sehat. 

Di FitBID, setiap klien mendapat pilihan untuk melakukan Private Training Session (1 on 1) atau Private Group Training Session (max 3 orang) bersama fitness trainer FitBID. Klien juga dapat menyewa studio untuk Private Class (maksimal 8 orang per kelas) dengan fitness trainer atau instruktur dari luar. FitBID tidak menyediakan public gym karena FitBID mengutamakan privacy, safety, and homey environment. Konsep private studio diterapkan untuk memberi kesempatan bagi masyarakat yang merasa “kurang pede” atau tidak nyaman berlatih di tempat publik. Dengan private studio, klien FitBID dapat merasa lebih fokus dan leluasa ketika berlatih.




Seperti apa contoh fitness plan yang Anda susun untuk klien dan bagaimana cara mengetahui bahwa olahraga tertentu sesuai atau tidak sesuai untuk mereka?

Sebelum memulai latihan, saya selalu melakukan First Assessment yang meliputi kuisioner kesiapan fisik (PAR-Q), Body Image & Lifestyle Evaluation, Body Composition & Measurement Evaluation, dan Breathing & Functional Movement Evaluation. Terkesan banyak ya, tapi dengan melakukan First Assessment, fitness trainer dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan setiap klien supaya dapat membuat program fitness yang sesuai dengan kebutuhan mereka.


Kondisi bagaimana yang mengharuskan seseorang menggunakan bantuan fitness trainer?

Saya percaya bahwa setiap orang yang akan memulai olahraga, khususnya fitness newbie, butuh memiliki seorang fitness trainer. Bukan maksud promosi ya, tapi maksud baik untuk mencegah terjadinya cedera dan agar program latihan pun lebih terarah. Klien dapat mempelajari setiap gerakan dasar dengan bantuan arahan fitness trainer dan dapat menjadi sumber pengetahuan fitness bagi para newbie gym seperti mengenai program latihan dan nutrisi yang tepat agar target fitness cepat tercapai.  

Selain newbie gym, tentu saja, orang dengan kondisi tertentu seperti lansia, ibu hamil, dan orang yang pernah mengalami cedera akan lebih baik memiliki fitness trainer selama latihan agar selalu mendapat perhatian ekstra saat melakukan gerakan.


Biasanya berapa lama klien bisa mencapai goals yang diharapkan sejak mulai mengikuti program?

Cepat lambatnya keberhasilan program tergantung pada target fitness dan konsistensi klien dalam menjalani program latihan dan nutrisi. Tapi progress latihan pasti akan terlihat kurang lebih dalam waktu 1-3 bulan. Perlu diketahui setiap orang, bahwa kita semua memiliki tubuh yang berbeda, maka progress dan keberhasilan program fitness pun akan berbeda-beda. Jangan mau ya diberi janji manis, kita semua pasti bisa mencapai target selama sabar dan konsisten menjalaninya.