Training Tips | FITNESS | 3 weeks ago
BodyFit: Pionir Bootcamp Playground Di Jakarta Dengan Konsep Open Air
BodyFit adalah salah satu gym di Jakarta dengan fasilitas cukup lengkap, terdiri dari studio untuk berbagai kelas olahraga, dan yang terutama menjadi ciri khas di sini adalah ‘taman bermain’ di udara terbuka untuk bootcamp serta olahraga intensitas tinggi lainnya.
29 May 2019 19:38
Text by Astri Suciati

Bootcamp atau circuit training beberapa tahun belakangan ini kian populer sebagai olahraga yang penuh gerakan intensitas tinggi dan menguras keringat. Meski yang terbayang awalnya mungkin seperti latihan fisik ala militer, namun sebenarnya olahraga ini sudah disesuaikan dengan kapasitas tiap orang serta dikemas dengan cara yang menyenangkan dan seru karena dilakukan dalam satu grup.

Salah satu gym yang memiliki variasi kelas olahraga bootcamp yang beragam yaitu BodyFit. Terdiri dari Strength Bootcamp, H.I.I.T, Endurance, Military Bootcamp, Cardio Bootcamp, Movement Fix, bahkan di bulan Ramadan ini ada kelas LIT (Low Intensity Training) Bootcamp khusus untuk yang berpuasa tapi tetap ingin mengikuti kelas bootcamp ini dengan gerakan dasar yang lebih ringan dan non eksplosif dibanding kelas bootcamp biasanya, namun tetap terasa efeknya.

Kami berbincang dengan Hanny Handayani, Co-founder BodyFit di studionya di Kemang. Ia menceritakan bahwa BodyFit dimulai sejak November 2016. Awalnya sebelum membuka tempat latihan sendiri, ia dan Irvan Muharam, founder lainnya yang sekaligus juga sebagai head coach, melatih klien mereka dengan mendatangi tempat tinggal mereka ataupun melakukannya di area outdoor sekitarnya. Peralatan fitness yang mendukung latihan pun mereka angkut dengan mobil. Hal ini berlangsung selama setahun hingga akhirnya berdirilah BodyFit yang ada saat ini.



Hanny Handayani, Co-founder & trainer BodyFit


Hanny sendiri adalah salah satu trainer di BodyFit. Ia mengaku bahwa dulu sebelum mengambil sertifikasi trainer, ia hanya pekerja kantoran biasa. Namun seiring waktu, ia mulai jenuh dan mulai memikirkan bisnis apa yang harus ia jalankan. Di tengah proses perenungan itu ia sambil giat berolahraga karena ia memang suka olahraga, mulai dari nge-gym, lari, outdoor activity, trekking dan sebagainya. Akhirnya ia menyadari bahwa passion-nya ada di dunia olahraga dan fitness, maka pucuk dicinta ulam tiba saat ia bertemu dengan Irvan yang memiliki visi yang sama dan mengajaknya berkolaborasi membangun BodyFit.

Bicara mengenai keunikan yang membedakan BodyFit dibanding gym lainnya, Hanny mengungkapkan bahwa meski banyak group workout di luar sana, namun di sini mereka tak hanya sekadar olahraga saja tapi juga sekaligus membangun komunitas dimana antar member saling dekat dan mendukung satu sama lain. Yang kedua, soal trainer yang qualified membangun rasa percaya diri para member untuk bertransformasi, tidak hanya bagi yang memiliki tujuan spesifik saja namun juga membuat orang yang awalnya sekadar mencoba jadi suka dan semangat berolahraga. Maka dari itu para member menganggap BodyFit sebagai playground dimana mereka bisa bersosialisasi, bertemu teman baru, sehingga membuat ‘taman bermain’ ini sebagai keluarga baru mereka.