Training Tips | FITNESS | 2 weeks ago
Chelsie Monica Ignesias Sihite: Gara-gara Melihat Sang Ayah Bermain Catur
Chelsie Monica adalah salah satu pecatur putri terbaik Indonesia. Di usianya yang masih belia, ia menorehkan sederet prestasi baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Yuk kenalan dengan cewek manis ini.
29 July 2019 16:05
Text by Astri Suciati


Catur biasanya identik dimainkan oleh para pria, mulai di perkampungan sembari ronda, mengisi waktu bersama teman-teman, hingga yang memang serius mengikuti perlombaan tingkat daerah, catur sudah menjadi permainan yang memasyarakat, bahkan menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di seluruh dunia, dengan jawara-jawara catur yang kebanyakan berasal dari negara-negara Federasi Rusia.

Kini pecatur tak hanya dimonopoli oleh kaum Adam, namun kaum Hawa pun banyak yang menunjukkan taringnya kala menguasai bidak-bidak di atas papan kotak-kotak itu. Catur pun menjadi olahraga yang lebih universal dan bisa dinikmati semua kalangan. Tak kalah dari negara lain, Indonesia juga punya salah satu jagoan catur putri terbaik, yaitu Chelsea Monica Ignesias Sihite, yang kerap menyumbangkan kemampuan terbaiknya untuk mengharumkan nama bangsa di perhelatan catur dunia.

Gadis yang baru saja lulus S1 Manajemen Perbanas Institute, Jakarta angkatan 2015 ini memiliki gelar Woman International Master. Namun tak puas dengan gelar tersebut, ia masih ingin mencapai target untuk meraih Woman Grandmaster. Ia berbagi kisah seputar dunia hitam putihnya yang penuh warna seperti berikut ini.



Saat mengikuti pertandingan Olimpiade Catur 2018 di Batumi, Georgia


Kenapa suka dengan catur dan sejak kapan serta bagaimana awalnya mulai menjadi pecatur profesional?

Dulu waktu saya masih kecil, alm. Bapak saya suka main catur (kebetulan saya terlahir dari orang tua bersuku Batak, dimana Batak biasanya memang suka main catur) dengan temannya. Dari melihat alm. Bapak saya, akhirnya saya jadi ngikutin dan bisa catur dan lama-lama jadi suka. Tahun 2003 saya mulai mengikuti kejuaraan dari tingkat SD, 2004 mulai ikut tingkat daerah dan nasional, 2005 mulai mengikuti internasional. 

Sampai pada 2008 setelah saya juara dunia pelajar, mendapat tawaran untuk berlatih di Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi. 2009 ada program Dream Girls, saya salah satu member dan dari situ mulai latihan serius dan lebih sering mengikuti turnamen-turnamen. Sampai sekarang tetap menjadi pecatur dan mengikuti turnamen catur.


Seperti apa sih bentuk latihannya seorang atlet catur?

Latihan kita berbentuk teori dan praktek. Kalau ada pelatnas biasanya berlatih dengan pelatih luar negeri, misalnya Grandmaster Ruslan Scherbakov dari Rusia. Beliau akan mengajarkan teori (dari pembukaan / opening catur, babak tengah / middle dan babak akhir / ending) pada saat latihan maupun dalam membantu menyiapkan opening lawan sebelum bertanding. Kalau praktek ya latih tanding. Kalau tidak ada pelatnas / pelatih, ya latihan sendiri dengan menggunakan laptop / handphone dan software catur kita. Selain itu, bisa main online di situs / aplikasi catur.


Selain latihan, ada persiapan khusus atau ritual tertentu yang biasa kamu lakukan sebelum menjalani pertandingan?

Selain latihan dan persiapan tanding yang cukup, saya hanya berdoa dan memohon doa restu dari Mama saya, keluarga dan orang terdekat saya.


Di sela-sela Olimpiade Catur 2016 di Baku, Azerbaijan (kiri) dan Biel, Swiss, Juli 2019 (tengah, kanan)


Berbeda dengan atlet olahraga fisik, apa yang paling sulit dan melelahkan dari permainan catur terutama saat bertanding?

Mungkin waktu bertanding catur klasik yang biasanya menggunakan time control (90 menit + tambahan waktu 30 detik per langkah), itu akan memakan waktu berjam-jam dalam satu babak. Sedangkan pertandingan catur klasik biasanya 9 babak, seperti olimpiade bisa sampai 11 babak. Pada babak-babak awal belum terlalu berasa lelahnya, tapi setelah setengah jalan pertandingan mulai berasa lelahnya. 


Duduk berjam-jam sambil memikirkan strategi tentunya juga membutuhkan fisik yang fit. Bagaimana cara kamu menjaga stamina dan kebugaran? 

Selama pertandingan berlangsung, saya berusaha untuk tidur yang cukup. Karena kalau kurang tidur / istirahat akan berdampak pada saat bertanding, contohnya ngantuk dikit saja akan mempengaruhi dalam keakuratan kalkulasi. Selain tidur yang cukup, makan dan minum yang cukup. Juga setelah sarapan biasanya jalan kaki sebentar di sekitar (hal ini diajarkan pelatih Ruslan Scherbakov). 


Bagaimana kamu memandang suatu kekalahan? Apakah pernah punya pengalaman dengan kekalahan yang menyakitkan? 

Kekalahan buat saya itu kehilangan kesempatan tapi juga jadi pembelajaran buat berikutnya. Pengalaman yang menyakitkan waktu kalah di babak terakhir Olimpiade 2014, karena kalau saya menang bisa mendapatkan norma Woman Grandmaster. Dengan kalah di babak terakhir saya jadi gagal mendapatkan norma gelar tersebut.