How To Lose Weight | WEIGHT LOSS | 8 months ago
Diet Bebas Gluten
Khawatir Anda memiliki intoleransi gluten? Sudah hidup dengan penyakit celiac? Menghilangkan gluten dari makanan Anda mungkin tampak seperti tugas yang sulit dan membatasi kebebasan makan Anda. Untungnya, ada banyak makanan sehat dan lezat yang bebas gluten!
28 February 2018 16:43
Text by Astri Suciati

Apa itu diet bebas gluten?

Banyak yang percaya bahwa diet bebas gluten hanyalah sebuah cara cepat menurunkan berat badan. Ini tidak benar. Diet bebas gluten saat ini merupakan satu-satunya pengobatan untuk orang dengan penyakit celiac. Penyakit celiac adalah penyakit autoimun seumur hidup yang serius yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap gluten - protein yang ditemukan dalam gandum, jelai (barley) dan gandum hitam (rye). Orang yang hidup dengan sensitivitas gluten non-celiac juga mendapat manfaat dari makan makanan bebas gluten. Karena tidak ada obat atau terapi yang bisa menyembuhkan, satu-satunya cara untuk mengelola penyakit celiac adalah melalui diet ketat 100 % bebas gluten.

Jadi apa sih gluten itu? Gluten adalah protein yang ditemukan dalam gandum, jelai, gandum hitam dan turunan dari biji-bijian ini, termasuk malt dan ragi untuk membuat bir.

Diet bebas gluten tidak mencakup semua produk yang mengandung bahan tersebut. Mereka yang diet bebas gluten tetap bisa menikmati makanan sehat yang diisi dengan buah-buahan, sayuran, daging, unggas, ikan, kacang-kacangan, polong-polongan dan sebagian besar produk susu. Bahan tersebut bebas gluten secara alami, dan aman bagi individu yang tidak memiliki alergi terhadap kelompok makanan tersebut.

 

Alternatif bebas gluten

Ada berbagai jenis alternatif biji-bijian, tepung dan pati yang secara alami tidak mengandung gluten sehingga bisa dikonsumsi oleh mereka yang diet bebas gluten. Ini termasuk:

  • Amaranth
  • Beras merah, putih dan wild rice
  • Soba (buckwheat)
  • Tepung almond
  • Tepung kelapa
  • Jagung
  • Tepung jagung / maizena
  • Guar gum / guaran
  • Millet
  • Tepung kacang
  • Tepung kentang
  • Kentang
  • Quinoa
  • Sorgum
  • Tepung kedelai
  • Teff
  • Singkong

Semua biji-bijian dianggap "berisiko tinggi" untuk kontak silang karena sering ditanam, digiling dan diproduksi di dekat biji-bijian yang mengandung gluten. "Kontak silang" terjadi saat makanan yang mengandung gluten menyentuh makanan bebas gluten. Mengonsumsi gluten dalam jumlah sedikit pun bisa menyebabkan kerusakan pada usus halus dan mencegah nutrisi diserap ke dalam aliran darah. Bila memungkinkan, belilah biji-bijian, tepung dan pati yang secara alami bebas gluten, yang berlabel bebas gluten dan juga bersertifikat bebas gluten oleh pihak ketiga.

 

Bagaimana dengan oat?

Sama seperti biji-bijian, Anda harus selalu berhati-hati dalam hal oat. Meskipun oat dalam bentuk alami mereka tidak mengandung gluten, sebagian kecil orang dengan penyakit celiac bereaksi terhadap oat dalam bentuknya yang murni dan tidak terkontaminasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa protein dalam oat dapat memicu respons serupa dengan gluten. Selain itu, kebanyakan pabrik yang memproses oat juga memproduksi biji-bijian yang mengandung gluten, sehingga meningkatkan risiko kontak silang.

Saran terbaik adalah dengan berhati-hati sebelum memasukkan oat bebas gluten ke dalam diet Anda, termasuk berbicara dengan ahli diet Anda tentang perubahan diet ini. Tidak ada cara untuk menentukan apakah Anda akan bereaksi, jadi lanjutkan dengan hati-hati. Pastikan untuk menggunakan oat yang "murni, tidak terkontaminasi," “bebas gluten,” atau "bersertifikat bebas gluten." Para ahli percaya bahwa konsumsi hingga 50 g oat kering bebas gluten setiap hari dianggap aman. Periksa label nutrisi untuk ukuran porsi. Orang yang mengembangkan gejala baru setelah menambahkan oat bebas gluten ke diet mereka harus berbicara dengan ahli diet atau dokter mereka.

 

Mengapa menjalani diet bebas gluten?

Diet ketat bebas gluten seumur hidup adalah satu-satunya pengobatan yang tersedia untuk penyakit celiac. Ini bisa membantu meringankan tanda dan gejala penyakit celiac, termasuk:

  • Dermatitis herpetiformis, ruam kulit gatal yang dikenal sebagai versi penyakit kulit karena penyakit celiac
  • Kelelahan
  • Gangguan gastrointestinal, seperti diare, konstipasi, gas, kembung dan sakit perut
  • Sakit kepala, termasuk migrain
  • Anemia karena defisiensi zat besi
  • Nyeri sendi dan otot
  • Gangguan mood, termasuk depresi, kecemasan dan "kabut otak"
  • Neuropati perifer, yang menyebabkan kesemutan di tangan dan kaki
  • Osteopenia dan osteoporosis
  • Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan dan masalah kesehatan reproduksi lainnya
  • Kenaikan atau penurunan berat badan

Sayangnya, sebagian besar orang tidak sadar dan tetap tidak terdiagnosis atau salah didiagnosis. Faktanya, 83% penderita penyakit celiac tidak tahu mereka mengidapnya. Ini berarti makanan seperti roti, bagel, pasta, pretzel, kue kering, cookies, cake dan biskuit membuat mereka sakit - terkadang sangat sakit. Jika dibiarkan, penyakit celiac dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut seperti osteoporosis, kelainan autoimun lainnya dan bahkan kanker.

 

Mempertahankan diet seimbang sambil mengonsumsi makanan bebas gluten

Untuk memaksimalkan kesehatan dan manfaat nutrisi dari menjalani diet bebas gluten, Anda harus menerapkan diet yang mengandung berbagai makanan bebas gluten alami seperti buah-buahan, sayuran dan protein tanpa lemak, serta biji-bijian bebas gluten. Rekomendasi Food and Drug Administration (FDA) A.S. mendorong semua orang, termasuk mereka yang menjalani diet bebas gluten, untuk menghindari makanan yang terlalu banyak diproses, dan menjaga asupan gula dan lemak jenuh seminimal mungkin.

Seperti halnya diet seimbang, kontrol porsi dan tidak berlebihan sangat penting bagi orang yang hidup dengan penyakit celiac dan makan makanan bebas gluten. Olahraga tiap hari juga penting untuk mengelola dan mempertahankan gaya hidup sehat.

Diet bebas gluten sama sekali bukan obat penyembuhan. Umum terjadi bagi beberapa orang untuk berjuang dengan gejala penyakit celiac bahkan setelah menjalani diet bebas gluten. Ingatlah bahwa dibutuhkan waktu bagi tubuh untuk sembuh. Jika Anda masih memiliki gejalanya dari waktu ke waktu, penting untuk berbicara dengan dokter Anda tentang hal itu. Dokter dan ahli diet Anda yang mengetahui penyakit celiac dapat membantu Anda menentukan apakah Anda secara tidak sengaja mengonsumsi gluten atau jika ada sesuatu yang lain yang menjadi penyebab gejala Anda.

Yang terpenting, diet bebas gluten tidak dapat menggantikan konsultasi formal, diagnosis atau rekomendasi dari dokter atau profesional kesehatan terlatih. Ahli diet yang memiliki pengetahuan tentang penyakit celiac dan diet bebas gluten memainkan peran penting dalam pengelolaan kondisi autoimun ini.

Tetap berpegang pada diet bebas gluten bisa jadi sulit. Tapi dengan pengetahuan yang tepat dan pendekatan yang optimistis, Anda dan keluarga bisa menjalani hidup bebas gluten yang sepenuhnya dan sehat.