How To Lose Weight | WEIGHT LOSS | 11 months ago
Diet Bland: Apa Yang Bisa Dan Tidak Bisa Anda Makan
Diet bland mencakup makanan yang memiliki tekstur lembut, rendah serat, dan ramah pada sistem pencernaan. Diet bland juga dikenal sebagai diet makanan lunak, diet rendah residu, atau diet lunak gastrointestinal.
17 November 2017 20:06
Text by Astri Suciati

Seorang dokter mungkin merekomendasikan diet bland kepada orang-orang yang mengalami peradangan gastrointestinal dari infeksi, divertikulitis, atau kondisi seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa.

Orang dengan kondisi gastrointestinal lainnya, seperti acid reflux (asam lambung) atau tukak lambung, boleh juga mengikuti diet bland untuk meringankan gejalanya.

Selain rekomendasi makanan tertentu, orang yang mengikuti diet bland harus makan dengan porsi lebih sedikit dan lebih sering, makan lebih lambat, dan hindari berbaring segera setelah makan.

 

Fakta singkat tentang diet bland:

  • Diet ini terdiri dari makanan rendah serat.
  • Diet ini sering direkomendasikan untuk orang yang baru pulih dari operasi.
  • Makanan yang dimakan atau dihindari bervariasi berdasarkan alasan individu mengikuti diet bland.
  • Diet bland biasanya hanya direkomendasikan untuk waktu yang singkat.

 

Apa logika di balik diet bland?

Tujuannya adalah untuk memberikan istirahat bagi sistem pencernaan. Makanan dengan serat lebih sulit bagi tubuh untuk dipecah, sehingga orang yang sedang menjalani diet bland cenderung menghindari makanan yang mengandung serat.

Bagi orang yang mengalami penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, diet bland yang rendah serat dapat membantu mengurangi frekuensi dan karakteristik buang air besar.

Bagi orang dengan iritasi gastrointestinal, menghindari makanan yang membuat asam lambung dapat membantu mencegah iritasi lebih lanjut.

Ahli bedah mungkin menyarankan agar orang yang sedang bersiap untuk operasi atau prosedur yang melibatkan sistem pencernaan harus menjalani diet bland atau diet makanan lunak.

 

Makanan apa yang harus Anda makan?

Penting bagi orang-orang untuk memeriksakan diri dengan dokter mereka tentang kebutuhan makanan mereka masing-masing.

Makanan yang termasuk dalam diet bland adalah makanan yang lunak, rendah lemak, rendah serat, mudah dicerna, dan tidak banyak dibumbui atau pedas. Toleransi terhadap makanan mungkin berbeda antar tiap orang.

Diet bland menyingkirkan makanan yang cenderung menyebabkan masalah, seperti kembung, diare, gas, atau mual.

Karena orang mungkin sudah mengalami gejala yang signifikan, tujuannya adalah untuk menghindari makanan yang bisa menimbulkan gejala tambahan atau memperburuk gejala yang ada.

Makanan yang disarankan:

  • saus apel (tanpa tambahan gula)
  • alpukat
  • pisang
  • buah-buahan yang dimasak tanpa kulit dan tanpa biji, seperti apel panggang
  • buah persik dan pir kalengan tanpa gula tambahan
  • kentang atau ubi jalar, dikupas
  • sayuran yang dimasak dengan matang, termasuk wortel, bit, buncis, labu, labu siam
  • saos tomat
  • butter halus dari kacang, seperti peanut butter atau almond butter
  • sup yang lembut, seperti sup tomat atau jamur
  • kaldu
  • keju cottage
  • tahu
  • ikan
  • telur
  • daging yang empuk atau daging giling
  • alternatif susu berbahan dasar nabati, seperti susu almond, susu kenari, dan santan
  • yogurt kelapa

 

Makanan apa yang harus Anda hindari?

Orang-orang dengan diet bland harus menghindari makanan keras, serat tinggi, tinggi lemak, pedas, dan makanan yang memproduksi gas. Ini termasuk:

  • daging keras atau alot dan daging dengan pembungkus, seperti sosis
  • hewan laut bercangkang atau berkulit keras
  • kacang-kacangan yang termasuk ke dalam jenis sayuran
  • lentil
  • kacang-kacangan berkulit keras dan biji-bijian
  • peanut butter atau almond butter yang bertekstur kasar
  • produk susu (jika orang tersebut mengalami kesulitan mencerna laktosa)
  • buah kering
  • buah segar (kecuali yang ada di daftar makanan yang diperbolehkan)
  • sayuran mentah
  • jagung segar dan yang dimasak, termasuk popcorn
  • kulit kentang
  • sayuran penghasil gas, seperti brokoli, kubis Brussel (Brussels sprouts), kubis atau kol, bawang merah atau bawang bombay, paprika, dan kembang kol
  • produk gandum utuh, seperti beras merah, quinoa, dan roti gandum utuh
  • sereal berserat tinggi
  • pastry atau kue yang digoreng, seperti donat
  • minuman berkarbonasi
  • gluten (bagi mereka yang intoleran)

Makanan dan minuman berikut mungkin tidak tinggi seratnya tapi bisa menyebabkan iritasi gastrointestinal dalam beberapa kondisi, seperti acid reflux:

  • alkohol
  • rempah-rempah dan saus tertentu, termasuk lada, saus pedas, dan saus barbekyu
  • bumbu-bumbu yang kuat, seperti bawang putih, lobak, dan cabai
  • minuman berkafein
  • buah-buahan sitrus
  • produk tomat
  • teh
  • peppermint dan spearmint
  • cokelat
  • gorengan
  • makanan tinggi lemak

 

Apakah diet bland aman?

Diet bland hanya dianjurkan untuk waktu yang singkat bila diperlukan. Setelah seseorang sembuh atau kondisinya membaik, dokter mereka akan menyarankan mereka untuk meningkatkan jumlah serat dalam makanan mereka secara bertahap.

Serat menawarkan banyak manfaat kesehatan sehingga mengikuti diet bland untuk jangka waktu yang lama dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Mengonsumsi makanan berserat tinggi dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), mendorong kadar gula darah yang stabil, dan membantu pengaturan berat badan.

 

Apa yang dikatakan oleh penelitian?

Tidak banyak penelitian ilmiah mengenai keefektifan diet bland. Diet tersebut menyarankan agar orang menghindari makan makanan yang menyebabkan gejala gastrointestinal, seperti bergas dan diare. Penelitian juga merekomendasikan makan makanan yang lebih lembut dan ringan karena makanan dengan rasa dan bau yang intens dapat memperburuk rasa mual seseorang.

Karena gejala dan pemicu acid reflux sangat bervariasi, hanya sedikit keterangan yang membuktikan bahwa orang harus menghindari makanan tertentu. Karena kurangnya bukti, American College of Gastroenterology tidak secara rutin menyarankan agar penderita gastroesophageal reflux disease (GERD) menghindari makanan seperti coklat, kafein, makanan pedas, buah-buahan sitrus, dan minuman berkarbonasi. Namun, ini menunjukkan bahwa menghindari makanan-makanan tersebut dapat bermanfaat secara individual.

 

Apakah ada risiko?

Diet bland bisa menyebabkan sembelit karena serat membantu untuk mendorong buang air besar secara teratur. Diet bland jangka panjang juga dapat menyebabkan perubahan kesehatan seseorang secara keseluruhan karena serat memberi makan bakteri usus yang sehat.

 

Kesimpulan

Diet bland mungkin bermanfaat bagi orang-orang yang sistem gastrointestinalnya terganggu dan perlu waktu untuk sembuh. Makanan ini mudah dicerna dan tidak mungkin menyebabkan rasa sakit atau gejala tambahan.