Professional Athletes | INTERVIEWS | 1 month ago
Eric Loofis: Dedikasi Menjalani Hobi Dan Passion Selama Lebih Dari Dua Dekade
Profil fitness trainer yang kami tampilkan kali ini yaitu Eric Loofis. Spesialis Biomechanic body movement yang juga instruktur bootcamp, Muay Thai, TRX Sport Medicine dan rehab trainer. Ia berbagi cerita seputar dunia kebugaran yang telah ia tekuni sejak remaja.
25 July 2019 19:35
Text by Astri Suciati

Eric Loofis adalah salah satu fitness trainer yang sudah malang-melintang di dunia fitness sejak lebih dari 20 tahun yang lalu. Selain sebagai pelatih kebugaran, ia pun menekuni modelling dan kerap menjadi fitness model bahkan pernah menjadi salah satu finalis kontes L-Men of The Year 2005. 

Dengan spesifikasi resistance training dan posture therapy, Eric fokus pada gerakan yang membantu rehabilitasi postur tubuh. Namun layaknya fitness trainer berpengalaman, ia tak hanya mumpuni di satu bidang latihan saja. Olahraga seperti bootcamp, Muay Thai, TRX Sport Medicine Level 1 dan 2 pun ia kuasai. 

Lulusan S1 Teknik Informatika ini lebih sering mengajar freelance di apartemen atau rumah kliennya. Seperti apa sih caranya melatih mereka untuk mendapatkan body goals? Berikut obrolan kami dengan ayah dua anak yang selalu konsisten menjaga berat badannya ini. 




Sejak kapan dan bagaimana awalnya bisa menjadi personal trainer? Apakah sejak dulu memang tertarik ingin jadi fitness trainer?

Awalnya saya diperkenalkan dengan fitness melalui ibu saya. Ibu saya fans berat aerobic. Saat usia sekitar 15 tahun saya sudah mulai fitness menggunakan jasa personal trainer sambil menunggu ibu saya selesai aerobic. Dari situlah muncul hobi pada dunia fitness yang membawa saya sampai sekarang ini. Sejak dulu sih gak kepikiran menjadi fitness trainer. Profesi saya yang sekarang melalui proses hobi dan passion saya yang sudah dijalani lebih dari 20 tahun.


Salah satu spesialisasi Anda adalah Biomechanic Body Movement. Bisa dijelaskan apa itu?

Biomechanic body movement adalah gerakan yang sesuai dengan gerak sendi dan arah serat otot kita. Jadi dengan mengetahui ini, akan lebih mudah menambah massa otot di badan kita dan sekaligus memperbaiki postur tubuh kita.


Apakah Anda merancang atau mengembangkan sendiri program fitness untuk klien? Biasanya apa saja yang harus diperhatikan sebelum memulai latihan untuk pertama kali?

Tentunya saya merancang dan mengembangkan sendiri program fitness untuk klien karena tiap klien memiliki tubuh yang unik (kekuatan, kelenturan, jangkauan gerak) dan tentunya programnya juga berbeda. Yang harus diperhatikan sebelum mulai latihan, biasanya saya tanya riwayat kesehatan seperti: tekanan darah, jantung, diabetes, masalah dengan tulang dan sendi, penyakit yang berhubungan dengan pernapasan, dll.