Training Tips | FITNESS | 3 weeks ago
Fitness Indonesia: Fokus Berorientasi Pada Hasil Dengan Merancang Program Secara Personal Untuk Klien
Fitness Indonesia adalah salah satu gym yang memiliki konsep dan program yang berbeda dengan tempat kebugaran lainnya. Melalui customized training dan personalised program yang mereka tawarkan, klien bisa lebih nyaman dalam menjalankan program latihan dan diet sehingga bisa lebih fokus pada hasil yang maksimal.
17 October 2018 15:53
Text by Astri Suciati

Persoalan umum yang biasa dihadapi orang-orang yang mengikuti program khusus di sebuah tempat kebugaran adalah mereka dituntut mengikuti program atau latihan yang sama sesuai dengan standar yang ditentukan oleh personal trainer di gym tersebut. Padahal kondisi dan tingkat kebugaran tiap orang berbeda-beda, sehingga prosesnya pun seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan pribadi masing-masing. Hal inilah yang membuat Fitness Indonesia berbeda dengan gym lainnya. Bukan klien yang harus ‘terpaksa’ mengikuti program mereka, tapi merekalah yang akan merancang program latihan dan diet apa yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing klien secara personal sehingga hasilnya pun bisa lebih sesuai target si klien tersebut.

 

Untuk menelusuri lebih jauh mengenai Fitness Indonesia, FabFit by (X)S.M.L berkesempatan mewawancarai Founder & Head Coach Fitness Indonesia, yaitu Coach Tobias Ganda.

 




Coach Tobias Ganda, Founder & Head Coach Fitness Indonesia



Bagaimana awal mula Anda tertarik dan menekuni dunia kebugaran?

 

Sebenarnya, saya memang sudah menggemari olahraga dari sejak umur 6 tahun. Dari kedua kakek saya memang sudah ada darah olahraga, dimana keduanya adalah atlet klub daerah. Sepakbola dari kakek dari ayah dan basket dari kakek dari ibu. Saya bermula dari basket sejak umur 6 tahun yang sering saya mainkan bersama kakak saya dan teman-temannya. Kemudian, di SMP, saya mulai mengenal bola voli, walau masih lebih tertarik bola basket. Namun, karena kesempatan untuk menjadi pemain inti tim basket sekolah lebih kecil daripada pemain inti tim voli, saya memilih menekuni tim voli ketika SMP, sampai menjadi kapten tim voli di SMP. Hal ini berlanjut sampai SMA.

 

Sebelum mulai kuliah di Singapura, saya pun sudah bertekad untuk bergabung ke tim voli mereka. Dan saya pun direkrut sebagai anggota tim voli mereka, walau bukan pemain inti. Setelah beberapa tahun di bangku cadangan, ketika saya sudah senior, pelatih saya bilang ke saya: “Dari segi teknik, kamu lebih hebat dari dia (pemain inti yang bermain posisi sama dengan saya – setter / pengumpan). Tapi, kamu kalah di power seperti lompatan, kecepatan, tenaga pukulan.” Dari situ saya diberi tugas ketika liburan untuk latihan beban, dengan tujuan meningkatkan strength dan power. Di situlah mata saya terbuka soal fitness dan latihan beban yang selama ini saya anggap hanya untuk binaragawan sekadar membesarkan otot, ternyata fitness juga bisa untuk meningkatkan strength dan power tanpa bikin badan seperti binaraga. Ketertarikan saya pun akan dunia fitness mulai muncul

Setelah lulus kuliah, selain bekerja di perusahaan komputer sebagai programmer, saya pun masih aktif bermain voli kompetitif antar klub. Namun, saya mengalami sobek ankle parah. Balik lagi, ketika cederanya mulai pulih, saya balik ke fitness untuk rehab kekuatan dan fleksibilitas kaki saya, yang tambah menumbuhkan ketertarikan saya akan fitness.

 

Akhirnya, saya memutuskan untuk menjadi pelatih fitness full time di salah satu strength & conditioning facility di Singapura, dimana saya berkesempatan untuk melatih berbagai macam orang, dari orang biasa yang hanya sekadar ingin melangsingkan badan, sampai atlet (dari tenis, binaraga, softball, netball, voli, basket. Dari atlet SMA, universitas, sampai profesional dan nasional) yang mempersiapkan diri untuk kompetisi bertaraf lokal, nasional, sampai internasional. Di saat yang sama, saya berkesempatan mengikuti seminar dan berinteraksi dengan pelatih-pelatih strength & conditioning yang sudah berpengalaman melatih atlet / juara dunia. Dari situlah saya memutuskan untuk memfokuskan diri ke strength & conditioning dan mempelajari lebih dalam dunia ini langsung ke sumbernya (Charles Poliquin) di Kanada dan Australia.

 

 

Apa yang membuat Anda mendirikan Fitness Indonesia?

 

Setelah melihat gym dan strength & conditioning facility di Singapura, Kanada, dan Australia, dengan pelayanan pelatihannya yang sangat kompeten dan berkualitas, saya merasa sayang bila fasilitas dan pelayanan yang sama tidak dibawa ke Indonesia. Dan memang saya merasa saat itu kebanyakan gym di Indonesia terlalu terfokus pada bodybuilding dan binaraga. Karena itu fokus Fitness Indonesia sedikit lebih berbeda. Tidak melulu soal bodybuilding tapi juga rehabilitasi cedera, peningkatan strength dan performa olahraga (apapun olahraganya), stamina, daya tahan tubuh. Atas dasar pengalaman saya di luar negeri yang membuat saya berkeinginan untuk membawa pengalaman saya ke Indonesia melalui Fitness Indonesia, khususnya dalam hal bagaimana kompetensi dan kualitas pelayanan pelatihan mereka, bagaimana pengetahuan serta penelitian / penemuan terbaru menjadi dasar teori yang mereka ajarkan kepada klien mereka (sesuatu yang kurang juga di industri kebugaran Indonesia secara umum – dimana kebanyakan berdasarkan “cara ini bekerja untuk saya / dia, jadi pasti benar”).                           



Program apa yang ditawarkan di Fitness Indonesia yang membuatnya berbeda dari gym atau pusat kebugaran lainnya?

 

Yang berbeda dari kami adalah bagaimana program latihan dan program diet kami untuk klien-klien kami sungguh-sungguh didesain secara individual sesuai tujuan dan situasi kondisi masing-masing klien, mulai dari kondisi kesehatan, pengalaman latihan, hasil yang dicari, jadwal / kebiasaan kerja, selera dan kebiasaan makan, vegan / non-vegan, sejarah cedera, umur, gender, sampai postur.

Bila di gym lain, ketika seseorang datang ke salah seorang pelatih meminta sebuah pola latihan dan makan, pelatih tersebut cenderung langsung menjelaskan program latihan dan dietnya seperti apa (yang biasanya sama untuk setiap orang yang bertanya kepadanya). Di gym kami, kami justru akan menjawab tidak tahu, karena kami belum tahu cukup banyak mengenai orang ini. Kami justru akan bertanya lebih dalam dulu sebelum kami menjelaskan secara garis besar pola latihan dan makannya akan seperti apa. Semakin kami tahu banyak, barulah semakin detil kami menjelaskan pola latihan dan makan mereka.

 

Selama 10 tahun Fitness Indonesia berjalan, bisa jadi sudah ribuan program berbeda yang kami rancang, dari yang untuk rehabilitasi lutut, perbaikan postur skoliosis atau kifosis untuk anak umur 12 tahun, persiapan kompetisi / pemulihan setelah kompetisi atlet judo / bulutangkis / sepakbola, peningkatan kesehatan lansia 63 tahun, sampai pelangsingan badan kilat untuk calon pengantin dan pramugari. Kami tidak menggunakan program template / cetakan dimana program A untuk wanita, program B untuk pria, program C untuk melangsingkan badan, program D untuk membesarkan otot seperti gym lain pada umumnya.

 

Karena itu, semua program yang kami tawarkan di Fitness Indonesia selalu diawali dengan konsultasi awal dimana kami mencari tahu lebih detil mengenai klien, kemudian assessment dimana kami menjalani beberapa tes kepada klien untuk menggali info lebih lanjut, baru dilanjutkan dengan perancangan program dan selanjutnya pengawasan apabila program yang kami rancang sudah perlu diubah karena kondisi klien yang sudah berubah. Itu salah satu perbedaan kami juga dimana program latihan dan diet kami untuk klien yang sama akan selalu disesuaikan secara berkala, sementara di gym lain cenderung sama dari awal sampai akhir.

 


Di antara beragam layanan yang ada di Fitness Indonesia, mana yang paling banyak diminati peserta?

 

Best seller tempat kami adalah layanan personal training dimana klien datang dan langsung dilatih oleh tim pelatih kami di gym kami menggunakan program latihan kami. Dan yang juga tak kalah diminati adalah program home training dimana kami datang ke lokasi klien dan melatih mereka langsung di tempat mereka (entah itu rumah, apartemen, atau gym mereka – selama gym itu memperbolehkan kami melatih di sana) dengan program latihan yang kami rancang sesuai dengan peralatan yang tersedia di sana.