Nutrition Tips | NUTRITION | 1 week ago
Fortunate Coffee: Mencintai Alam Dan Membawa Kebahagiaan Melalui Sajian Vegan Sehat Alami
Fortunate Coffee adalah salah satu café dan coffee shop yang juga dikenal menyediakan 100% sajian vegan dalam menunya. Memiliki beberapa cabang di Jakarta dan kota-kota lain mempermudah kaum vegan dan vegetarian mendapatkan asupan untuk pola makan mereka. Disamping harganya tak menguras kantong, rasanya pun tak jauh beda dengan masakan non vegan / non vegetarian.
09 April 2019 21:49
Text by Astri Suciati


Maraknya peningkatan terhadap gaya hidup sehat dewasa ini memunculkan beragam pilihan untuk menunjang kesehatan. Salah satunya adalah restoran atau café yang menyajikan hidangan dengan menu-menu bertema sehat, bahkan ada pula yang mengkhususkan diri pada sajian vegan dan vegetarian. Dulu café semacam ini tak mudah ditemukan karena diet vegan dan vegetarian belum terlalu populer dan penganutnya masih tergolong sedikit. Namun seiring waktu ditambah dengan berkembangnya kesadaran untuk mengonsumsi makanan sehat demi menjaga kesehatan tubuh, maka berkembang pulalah tempat-tempat makan yang menyisipkan hidangan berbahan nabati alami ini.

Fortunate Coffee adalah satu di antara sekian banyak pemain café vegan yang ada di Indonesia. Berpusat di Taiwan, café berlogo pohon dengan inisial LN yang berarti Loving Nature ini memiliki filosofi yaitu membawakan kebahagiaan, sukacita, dan keharmonisan bagi semua kalangan menuju dunia satu keluarga, yang dihadirkan dengan konsep cinta alam untuk menyajikan produk yang sehat alami dan pelayanan yang penuh kebahagiaan. 

Kami menyambangi salah satu cabang Fortunate Coffee di Taman Palem Jakarta Barat untuk menelusuri seluk-beluk hidangan vegan ala café ini sekaligus berbincang dengan café manager Fortunate Coffee Taman Palem, Ilvan Halim.




Fortunate Coffee ini sebenarnya adalah franchise, sehingga meski memiliki banyak cabang di Jakarta dan kota-kota lain bahkan hingga Malaysia dan Hong Kong, tiap cabang Fortunate Coffee dimiliki oleh pemilik yang berbeda-beda dengan desain café dan kreasi menu yang berbeda pula sesuai dengan kebijakan masing-masing manajemen cabang, tapi tetap harus vegan. Hanya dua jenis menu yang wajib ada di semua cabang yaitu kopi dan roti vegan yang menjadi ciri khas Fortunate Coffee. 

Fortunate Coffee mulai masuk ke Indonesia pada tahun 2015 yaitu di cabang Pantai Indah Kapuk (PIK). Untuk yang di Taman Palem sendiri mulai berdiri awal 2016. Salah satu pemiliknya adalah Dr. Drs. Susianto, MKM, seorang ahli gizi sekaligus koordinator International Vegetarian Union untuk Asia Pasifik, Ketua Yayasan Tempe Internasional dan juga Ketua Indonesia Vegetarian Society (IVS). Sayang kami tidak bisa bertemu dengan beliau karena sedang berada di luar negeri. Bangunan Fortunate Coffee Taman Palem ini berupa ruko dua lantai dengan lantai pertama adalah area café dan lantai dua yang disewakan untuk acara-acara pertemuan, rapat, ulang tahun dan lain-lain. 

Layaknya resto vegan sejati, Fortunate Coffee lebih mengutamakan penyajian secara alami tanpa penambahan macam-macam bahan seperti produk penyedap rasa buatan pabrik. Contoh lain misalnya mereka tidak menggunakan susu sapi namun menggantinya dengan susu kedelai yang memiliki rasa tersendiri dibandingkan dairy milk.

Mengingat masih ada keraguan mengenai rasa makanan vegan, lalu bagaimana memastikan bahwa customer akan suka dengan menu-menu di Fortunate Coffee terutama bagi non vegan? Menurut Ilvan, mereka membuat menu dari masakan-masakan yang umum dikonsumsi masyarakat kebanyakan seperti misalnya nasi padang. Hanya saja bedanya lauk berbahan hewani seperti daging, telur, ayam atau ikan diganti dengan nabati seperti nangka, tempe atau tahu. Untuk rasanya sendiri tidak ada yang berbeda karena tetap menggunakan bumbu yang sama misalnya kari, balado dan sebagainya. 

Bicara mengenai menu favorit atau best seller, nasi padang dan bento rice adalah yang paling populer di sini. Menariknya, bento rice yang umumnya terdiri dari makanan berbahan daging ayam, sapi, udang atau ikan dan telur, di Fortunate Coffee bahan-bahan tersebut diganti dengan sayuran semisal wortel, buncis, tahu dan lainnya kemudian tetap digoreng menggunakan tepung racikan sebagaimana cara memasak lauk bento. Selain nasi padang, tersedia pula hidangan tradisional khas Indonesia lainnya seperti nasi goreng, nasi rawon, nasi kalasan, mie goreng jawa, tempe mendoan, pempek dan masih banyak lagi, tak ketinggalan pula hidangan Asia serta Western turut melengkapi menu Fortunate Coffee. Intinya, semua makanan berbahan hewani diganti dengan nabati namun tetap menggunakan bumbu yang sama jadi tidak mengubah rasanya sedikitpun.

Meski penyedia makanan vegan, bukan berarti semua staf Fortunate Coffee pun vegan atau diharuskan vegan. Hanya saja mereka tidak diperbolehkan makan makanan non vegan di dalam café atau membawa makanan non vegan dari luar (ini juga berlaku untuk customer). Dengan kata lain saat di dalam café mereka wajib menjadi vegan namun saat di luar mereka bebas kembali kepada kebiasaan makan masing-masing. Hal ini demi menjaga image dan kemurnian konsep vegan itu sendiri.