Training Tips | FITNESS | 2 months ago
Kurash: Cabang Olahraga Baru Di Asian Games 2018
Kurash adalah salah satu olahraga yang membuat debutnya di Asian Games 2018 dan merupakan olahraga gulat tradisional yang sangat populer di Asia Tengah. Inilah yang perlu Anda ketahui tentang kurash.
29 August 2018 16:21
Text by Astri Suciati

Satu lagi cabang olahraga yang dimainkan untuk pertama kalinya di Asian Games 2018. Ini adalah olahraga gulat tradisional, yang sangat populer di Asia Tengah. Tujuan dari kurash adalah melemparkan lawan ke tanah pada punggung mereka dengan mencengkeram sabuk kain di pinggang mereka.

Olahraga kurash berasal dari sekitar 3500 tahun yang lalu dan hampir 2500 tahun yang lalu, filsuf Yunani dan sejarawan Herodotus mencatat tentang kurash sebagai kegiatan umum bagi orang-orang yang tinggal di mana Uzbekistan modern saat ini berada. Kejuaraan Dunia Kurash telah diadakan sejak tahun 1999, dengan yang pertama di Tashkent.

Seragam kurash termasuk celana panjang putih lebar dan baju atasan longgar. Bagian yang tidak bisa dilepas dari seragam adalah sabuk kain yang digunakan untuk memegang lawan. Sabuk ini terbuat dari kain lembut berukuran panjang 180–220 cm dan lebar 50–70 cm. Kompetisi diadakan di atas alas khusus dengan ketebalan setidaknya 5 cm, dengan zona pertandingan yang sudah ditandai (terletak di tengah), zona pelindung dan "zona pasif" yang memisahkan mereka. Dua peserta bertemu di zona pertandingan. Satu-satunya posisi yang diizinkan untuk pertandingan adalah sikap berdiri.

Kontes kurash dimulai dengan kedua pemain dalam posisi yang dikenal sebagai Tazim. Ada tiga cara mereka dapat mencetak poin:

1. Halal - Ini mengacu pada menjatuhkan lawan Anda di punggungnya dengan kecepatan dan kontrol penuh. Berhasil mencatatkan halal berarti kemenangan telak.

2. Yambosh - Ini berarti menjatuhkan lawan yang tidak persis halal tetapi mendekati. Dua kali yambosh sama dengan satu halal.

3. Chala - Ini mengacu pada menjatuhkan lawan yang mendekati yambosh. Chala independen dari Halal dan Yambosh dan dianggap secara terpisah.

Pemain juga dapat menerima penalti untuk tindakan yang melanggar aturan. Maksimal dua penalti - Tambik dan Dakk - diizinkan dan dalam kasus penalti ketiga, yang dikenal sebagai Girrom, pemain tersebut didiskualifikasi. Pada akhir pertandingan, pegulat dengan jumlah poin terbanyak adalah pemenangnya.