Health Advice | HEALTH | 1 year ago
Makanan Mengejutkan Yang Mengurangi Kecemasan
Jika saya memberitahu Anda bahwa bakteri dapat mengurangi kecemasan mungkin Anda akan berpikir saya bercanda.
12 October 2017 17:05
Text by Webmaster

Akan tetapi, jika Anda menderita perasaan cemas, lebih tepatnya kecemasan sosial, Anda akan senang mempelajari tentang riset menarik yang dibuat oleh para peneliti di College of William and Marry, di Williamsburt, Virginia yang membuktikan bahwa bakteria bisa jadi merupakan solusi terhadap kecemasan Anda. Penelitian ini, yang diterbitkan di Psychiatry Research, menemukan bahwa mengkonsumsi makan fermentasi dengan kadar bakteri bermanfaat secara teratur dapat mengurangi kecemasan sosial.


Research

710 siswa menyelesaikan buku harian makanan tentang asupan makanan fermentasi selama 30 hari sebelumnya. Mereka juga ditanya tentang frekuensi latihan dan konsumsi buah-buahan dan sayuran sehingga para peneliti bisa mengontrol kebiasaan sehat di luar asupan makanan fermentasi. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang makan makanan fermentasi dengan jumlah lebih tinggi memiliki tingkat lebih rendah untuk mengalami kecemasan sosial. Hal ini terutama terlihat di antara mereka yang menunjukkan tanda-tanda neurotisisme.


Probiotik

Matthew Hilimire, professor psikologi dari College of William and Mary dan salah satu peneliti yang terlibat berkata dalam sebuah wawancara dengan PsychCentral. “Sangat mungkin bahwa probiotik dalam makanan fermentasi yang menguntungkan mengubah lingkungan dalam usus, dan perubahan usus pada gilirannya mempengaruhi kecemasan sosial.”

Penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang lebih mudah cemas mengalami penurunan kecemasan sosial saat mereka secara teratur mengkonsumsi makanan fermentasi yang mengandung probiotik.


Apa benar?

Mungkin sulit untuk memahami bagaimana bakteri dapat mempengaruhi pikiran Anda, tetapi sebuah riset pertumbuhan tubuh membuktikan bahwa mereka benar-benar berpengaruh. Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di McMaster University, Hamilton, Kanada dan diterbitkan dalam jurnal medis Gastroenterology, menemukan bahwa probiotik tertentu yang dikenal sebagai Bifidobacterium longum menghilangkan kecemasan dan membuat normal prilaku. Para ilmuwan Kanada menemukan bahwa peradangan gastrointestinal kronis menginduksi perilaku kecemasan dan mengubah biokimia dari pusat sistem saraf.

Sebuah penelitian di Prancis yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition menegaskan kedua penelitian di Amerika dan Kanada. Mereka menemukan bahwa probiotik yang sama yang dipelajari oleh peneliti Kanada: B. longum, bersama dengan galur probiotik lain yang dikenal sebagai Lactobacillus helveticus mengurangi kecemasan. Selain itu, peneliti Perancis menemukan bahwa dua probiotik ini mengurangi stres psikologis, depresi, dan perasaan marah dan permusuhan.


Research terus berjalan

Meski belum jelas mekanisme yang tepat, dipercayai bahwa probiotik mengurangi peradangan gastrointestinal dan meningkatkan kadar serotonin. Serotonin, hormon di otak yang memunculkan perasaan baik-baik saja juga dikenal sebagai hormon kebahagiaan, pernah dipercaya sebagai domain eksklusif dari otak, juga diproduksi oleh usus. Sebenarnya, diperkirakan bahwa sekitar 90 persen dari serotonin tubuh dapat ditemukan di saluran pencernaan. Itu benar: usus Anda melakukan beberapa pekerjaan yang sama seperti otak Anda. Sebenarnya, banyak ilmuwan sekarang mengacu usus sebagai “otak kedua” tubuh karena hubungan kesehatan usus-otak telah menjadi fokus para peneliti pertumbuhan tubuh.

Meskipun yoghurt mungkin menjadi makanan fermentasi pertama yang hinggap di pikiran dan juga menawarkan banyak manfaat kesehatan, masih banyak makanan fermentasi yang menawarkan lebih banyak kadar probiotik seperti kimchi dan sauerkraut.


Sauerkraut.