Professional Athletes | INTERVIEWS | 3 months ago
Mengenal Lebih Dekat Liana Tasno, Sosok Cantik Di Balik Industri Olahraga Indonesia
Jika Anda penyimak dunia olahraga khususnya sepak bola berikut perkembangan PSSI, tentu sudah tak asing dengan nama Liana Tasno. Mantan bidadari PSSI yang kini menangani GOIFEX, pameran olahraga, musik dan lifestyle tahunan terbesar di Asia Tenggara ini memang penyuka olahraga sejati.
13 June 2019 14:33
Text by Astri Suciati


Sosok cantik Liana Tasno, mantan Manajer Brand dan Komunikasi Timnas Indonesia di PSSI pernah menghiasi badan sepak bola nasional tersebut selama periode 2017 hingga 2018. Berjuluk ‘Bidadari PSSI’, Liana turut membangun PSSI dengan merancang strategi komersial, pemasaran dan sponsor. Pemilik nama lengkap Yuliana Tasno ini rupanya memang penggemar berbagai jenis olahraga, maka tak heran bila kecintaannya itu membuatnya banyak berkecimpung di dunia yang menjadi passion-nya.

Bergelut di industri olahraga tentu mengharuskan dirinya untuk selalu memperhatikan kebugaran dan kesehatan. Beberapa olahraga yang giat dilakoni oleh ibu dua anak yang murah senyum ini yaitu lari dan latihan beban. Di sela-sela padatnya aktivitas sebagai Direktur Marketing Communication & Sponsorship GOIFEX dan juga dosen di almamaternya yaitu Universitas Tarumanagara, ia selalu menyempatkan diri untuk olahraga lari maupun nge-gym demi menjaga kebugaran tubuhnya.

Liana Tasno menuturkan kecintaannya terhadap dunia olahraga yang membawanya pada perjalanan karirnya saat ini dalam wawancara dengan kami berikut.


Bisa diceritakan bagaimana awal mulanya berkecimpung di bidang olahraga khususnya sepak bola?

Dengan latar belakang sebagai Akademisi Pemasaran di Universitas Tarumanagara dan cinta terhadap olahraga, saya terjun dan belajar mengenai Sports Marketing pertama kali di Indonesian Basketball League (IBL), Liga Basket Indonesia Profesional, paralel menjadi salah satu member di INASGOC untuk mempersiapkan awareness Asian Games di Indonesia, kemudian melihat adanya lowongan Marketing Commercial di PSSI dan iseng mencoba melamar kemudian diterima.


Identik dengan olahraga laki-laki, bagaimana rasanya menjadi salah satu petinggi wanita di PSSI saat itu dan adakah yang pernah meragukan kemampuan seorang Liana Tasno?

Menjadi seorang perempuan di dunia dan industri laki-laki itu justru menjadi salah satu keuntungan tersendiri bagi saya. Saya merasa wanita itu jauh lebih telaten dan detail dalam bekerja sehingga mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk bersaing dengan yang lain.

Selama saya bekerja saya rasa belum pernah ada yang meragukan kemampuan saya, saya selalu bekerja berdasarkan results oriented dan berusaha mencapai target dari pekerjaan itu sendiri berdasarkan arahan dari atasan saya.




Setelah tak lagi di PSSI, apakah saat ini masih menggeluti kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola?

Kebetulan ada beberapa tawaran yang masuk dari industri sepak bola maupun cabang olahraga lain yang datang di bulan pertama saya pindah ke GOIFEX namun tentunya tidak bisa saya terima sampai tugas saya di GOIFEX selesai. Ketika GOIFEX 2019 sudah terlaksana dengan sangat sukses berkat kerja sama tim yang luar biasa baik, saya memutuskan untuk menerima tawaran salah satu klub sepak bola dengan investor dan manajemen baru yang sangat serius untuk meraih kesuksesan.


Anda juga dikenal menggemari olahraga lari. Kenapa suka dengan olahraga ini dan sejak kapan aktif mengikutinya?

Sejak Januari 2011. Bagi saya olahraga lari itu olahraga yang paling mudah dilakukan di mana saja dan kapan saja, result yang saya rasakan dari lari juga sangat signifikan dari segi kesehatan dan mental.