Nutrition Tips | NUTRITION | 3 weeks ago
Mengupas Berbagai Hal Seputar Gizi Oleh Pakarnya, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes
Sosok Dr. Rita Ramayulis tentu sudah tak asing lagi bagi para pemerhati nutrisi. Kerap menulis banyak buku tentang gizi dan muncul di berbagai program on air maupun off air, Doktor cantik dengan segudang aktivitas ini sukses menginspirasi dan mengedukasi banyak orang untuk hidup sehat serta lebih sadar gizi.
23 July 2019 16:42
Text by Astri Suciati

Bicara soal gizi tentu tak bisa sembarangan, harus dari sumber yang terpercaya agar kita tak terjebak dengan berbagai informasi hoax menyesatkan yang masih banyak beredar di kalangan masyarakat. Untuk itulah diperlukan adanya peran nutrisionis atau ahli gizi demi mengembalikan pemahaman yang salah agar ke jalan yang benar. Salah satu pejuang hidup sehat yang mengabdikan dirinya untuk mengedukasi masyarakat agar melek gizi adalah Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes.

Soal bidang ilmu gizi dan hal-hal yang terkait di dalamnya terutama gizi klinik, kebugaran dan olahraga, tak diragukan lagi Dr. Rita sangat mumpuni. Berbekal jenjang pendidikan ilmu gizi / diet yang ditempuhnya mulai dari DIII hingga S3 dari institusi pendidikan bergengsi seperti Kemenkes, UGM dan UI, serta pengalaman praktek dan konseling selama 25 tahun di banyak lembaga pemerintah maupun swasta, membawanya menduduki jabatan Wellness Coach Employee Assistance Program di Iradat Konsultan, Konsultan Gizi Rumah Sakit Royal Progress Sunter, Pengurus DPP-PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) periode 2009-2014 dan 2014-2019, serta Ketua ISNA (Indonesia Sport Nutritionist Association) periode 2018-2023. Belum lagi sejumlah prestasi dan penghargaan yang berhasil diraihnya, makin menambah deretan panjang kesibukan yang dilakoninya.

Di sela padatnya aktivitas sebagai konsultan dan juga narasumber di sejumlah program TV, radio, talk show serta seminar, ibu dari empat orang anak ini tetap produktif menulis buku maupun mengasuh rubrik kesehatan di berbagai media massa, total ada 32 buku-buku karyanya yang sudah dihasilkan. Kami berkesempatan mewawancarai wanita yang juga pernah menempuh pendidikan instruktur zumba ini mengenai beragam hal di dunia gizi, seperti berikut ini.




Ada sport nutritionist, ada pula nutritionist yang bertugas di Rumah Sakit dan juga pusat kebugaran. Apa bedanya dan sebenarnya ada berapa macam bidang keahlian dalam ilmu gizi?

Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari makanan terkait kesehatan. Setiap daur kehidupan membutuhkan makanan yang berbeda-beda mencakup jenis dan jumlah. Tidak hanya itu, ketika seseorang menderita penyakit tertentu maka kebutuhan makannya pun akan berbeda. Makanan bisa membuat seseorang bertumbuh dan berkembang optimal, mempunyai status kesehatan yang baik sehingga terhindar dari berbagai risiko sakit serta makanan juga berperan mempercepat proses penyembuhan suatu penyakit.

Saat ini ilmu gizi berkembang sangat pesat karena ternyata makanan tidak hanya terkait kesehatan tetapi juga terkait dengan kebugaran, kecantikan dan prestasi. Kalau dulu ahli gizi banyak yang bekerja di rumah sakit, puskesmas, industri makanan, tempat penyelenggaraan makanan banyak seperti catering dan juga bekerja di program serta sebagai tenaga pengajar (dosen). Namun hari ini keberadaan ahli gizi mulai dibutuhkan di pusat-pusat pelatihan olahraga (terkait atlet), pusat kebugaran dan institusi perkantoran sebagai pengelola wellness program serta klinik kecantikan. Ini menjelaskan bahwa kompetensi ahli gizi semakin luas. 

Pada kurikulum pembelajaran di pendidikan ahli madya gizi dan sarjana gizi belum memuat materi tentang gizi olahraga prestasi, kebugaran, dan kecantikan dalam jumlah yang memadai. Hal ini disebabkan karena ilmu ini merupakan spesialisasi dari pendidikan gizi. Namun karena kebutuhan akan ahli gizi yang mumpuni di bidang ini meningkat maka DPP Persagi (Persatuan Ahli Gizi) membentuk ISNA (Indonesia Sport Nutritionist Association) untuk bisa memfasilitasi ahli gizi bekerja pada bidang ini. 


Doktor pernah menciptakan diet REsT. Bisa dijelaskan apa itu, makanan apa saja yang harus dikonsumsi dan apakah diet ini masih Doktor populerkan hingga kini?

Iya betul, REsT Diet dipopulerkan karena pada tahun 2008 saat berbagai diet populer mulai bermunculan dan kehadiran diet populer itu disambut antusias oleh masyarakat kita. Kebanyakan diet populer menawarkan cara-cara ekstrem untuk segera mendapat penurunan berat badan secara cepat. Tentu saja hal ini tidak sesuai dengan prinsip diet penurunan berat badan yang dianjurkan yaitu menurunkan berat badan dengan tidak mengabaikan faktor-faktor kesehatan jangka pendek dan jangka panjang. 

Oleh karena itu, saya sebagai seorang ahli gizi tergerak untuk memberitahu masyarakat bagaimana diet penurunan berat badan yang seharusnya mereka jalankan. Awalnya diet penurunan berat badan ini dipelajari ahli gizi adalah untuk kompetensi ahli gizi dalam memberikan asuhan gizi pada pasiennya kelak. Namun karena maraknya berbagai diet penurunan berat badan yang ditawarkan ke masyarakat akhirnya saya menuangkan ilmu ini pada buku pertama saya yang berjudul Slim Is Easy Melalui Diet REsT. 

Diet REsT maknanya adalah istirahat dari tiga hal yaitu istirahat dari makanan dan minuman manis, dari lemak trans dan dari malas gerak alias mager. REsT merupakan singkatan dari Rendah Energi Seimbang Teratur. Artinya dalam diet penurunan berat badan kita boleh menikmati makanan apa saja namun dengan prinsip densitas energi makanan itu rendah. Jadi sekali makan kita kenyang namun energi yang dihasilkan rendah. Sederhananya adalah setiap kali makan utama piring makan kita dibagi menjadi model T.