Wellbeing | WELLBEING | 1 year ago
Penting ! Untuk Ibu-Ibu Yang Bekerja Di Rumah, Wajib Dibaca!
INGIN MEMILIKI KESEIMBANGAN ANTARA KEHIDUPAN PEKERJAAN DAN RUMAH TANGGA? BEKERJA DI RUMAH MUNGKIN COCOK BAGI ANDA.
19 October 2017 12:37
Text by Webmaster
Terima kasih pada tekhnologi modern, lebih banyak orang Indonesia bekerja dari rumah dibanding sebelumnya. Biaya perawatan anak yang melonjak dan perjalanan yang panjang dan macet untuk ke kantor membuat bekerja di rumah menjadi hal yang menarik bagi para ibu. Penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa 22% perempuan yang bekerja kantoran beralih menjadi bekerja dari rumah ketika mereka memiliki anak berumur di bawah lima tahun.

Berikut adalah cara bagaimana Anda dapat menikmati kenyamanan dari bekerja di rumah.


MEMULAI

“Sangat penting untuk mengerti apa yang akan terjadi ketika Anda bekerja dari rumah,” kata penulis dan pelatih bisnis, Rianti Darmawan.

“Jika Anda bekerja dan juga seorang ibu, Anda membutuhkan rutinitas atau Anda akan gagal di kedua hal tersebut. Ketika saya pertama kali memulai bisnis, tiba-tiba beberapa klien datang untuk rapat dan saya masih mengenakan baju tidur. Itu adalah hal yang memalukan.”

Berikutnya, pertimbangkan apakah kerjaan Anda dikantor yang sekarang bisa dilakukan di rumah. Tanya atasan Anda apakah Anda boleh kerja dari rumah. Mereka mungkin tidak setuju jika Anda melakukannya secara full-time, tapi Anda bisa bernegosiasi untuk melakukannya selama satu atau dua hari dalam seminggu sebagai permulaan.

 

Family relaxing in living room

 

Jika karir yang sekarang tidak memungkinkan untuk dijalankan dari rumah, pikirkan lagi secara matang hal apa yang bisa Anda lakukan. Apakah Anda memiliki hobi yang bisa menghasilkan uang? Banyak ibu yang memiliki ide untuk berbisnis saat mereka cuti hamil. Tapi jangan terjun ke pasar jenuh karena di sana sudah banyak pesaing yang menjual makanan dan pakaian bayi.

“Lakukan riset pada industri yang akan Anda jalankan sebelum benar-benar berkecimpung di situ,” kata Rianti. “Tulis rencana bisnis dan minta saran pada ibu-ibu lain yang sudah bekerja di rumah untuk mencari tahu bagaimana mereka melakukannya.”


MENGEMBANGKAN BISNIS ANDA

Ada banyak sekali sumber online bagi para ibu yang ingin bekerja dari rumah. Pelatih atau bisnis partner juga dapat membantu untuk mengembangkan usaha Anda.

“Ada beberapa cara yang dapat membuat usaha Anda menjadi lebih besar,” tutur Rianti. Hal-hal tersebut adalah membuat situs, aktif di media sosial, berinvestasi sejumlah uang, atau menggunakan sekertaris.

“Jika orang ingin menemui Anda, beritahu mereka bahwa Anda tidak bisa ditemui selama dua minggu. Mereka secara otomatis akan menganggap bahwa Anda sedang sibuk atau memiliki banyak permintaan. Mungkin di saat tersebut Anda sebenarnya sedang berlibur, tapi mereka tidak perlu mengetahuinya,” kata Rianti.


KESEIMBANGAN

Bekerja dari rumah merupakan tentang menemukan harmoni atau keseimbangan. Mungkin Anda akan bekerja saat bayi sedang tertidur, tapi juga bisa kebalikannya, kata Rianti.

“Alasan utama saya mencintai bekerja di rumah adalah fleksibilitasnya. Saya tidak merasa dibatasi. Saya seharusnya kembali bekerja hari ini, tapi saya menggeser beberapa jadwal pertemuan dan saya membawa anak saya ke sebuah taman sebagai gantinya. Jika saya bekerja di kantor, saya tidak bisa melakukan itu,” jelasnya.


MERENCANAKAN DAN MENGENALI PELUANG

Susi Yantibuana adalah seorang ibu dari Aidan, 6 tahun, Hamzah, 5 tahun, dan Isabela, 15 bulan.

“Dua anak pertama saya sangat berdekatan umurnya. Dengan biaya perawatan anak yang meningkat, tidak layak bagi saya untuk kembali ke pekerjaan full-time, jadi saya mengundurkan diri.”

“Kesempatan emas datang ketika seorang teman saya, yang telah merancang popok kain modern sendiri, bertanya apakah saya mau bergabung dengannya untuk berbisnis. Tahun pertama adalah waktu yang sangat sulit. Kami hanya menjual produk sebanyak yang teman saya mampu jahit. Lalu kami membuat situs dan meneliti manufaktur tekstil. Kemudian kami menginvestasikan $20,000 untuk kegiatan produksi pertama.”

“Kami memperkenalkan merek produk kami di beberapa tahun pertama dengan pergi ke pameran bayi, pemasaran melalui email, iklan online dan kampanye publik. Setelah semua tercapai, kami membuka toko grosir.”

“Awalnya, saya bekerja saat anak-anak sedang tidur siang dan di malam hari saat mereka sudah tertidur. Namun, hal ini menjadi sulit ketika saya mulai sibuk. Sekarang mereka sudah memasuki kelas pre-school dan suami saya libur dua hari dalam seminggu, jadi saya bekerja keras. Saya juga memiliki seorang pengurus rumah dan saya berbagi pengasuh anak dengan tetangga.”

“Saran saya bagi para ibu yang ingin memulai bisnis: pastikan bahwa Anda memiliki rencana bisnis yang matang dan pasangan yang mendukung; dan bergabung dengan komunitas bisnis, karena jika tidak, hidup bisa sangat mengisolasi dan akan sulit bagi Anda untuk termotivasi.”