Nutrition Tips | NUTRITION | 3 weeks ago
Randi Ferdiansyah: Doyan Kuliner Dan Kepo Dengan Ilmu Gizi Membawanya Menjadi Seorang Nutrisionis
Randi Ferdiansyah adalah seorang ahli gizi muda yang aktif mengunggah berbagai tips dan informasi pengetahuan seputar diet dan nutrisi dengan gambar-gambar animasi yang menarik di Instagramnya, juga kegemarannya kulineran dan traveling.
22 July 2019 17:58
Text by Astri Suciati

Anda mungkin belum cukup mengenal sosok yang satu ini. Randi Ferdiansyah, S.Gz, seorang nutrisionis yang meraih gelar Sarjana S1 Ilmu Gizi-nya dengan penuh liku dan kegalauan namun pada akhirnya menikmati perannya untuk mendidik masyarakat agar sadar gizi dan hidup lebih sehat. 

Selain saat ini bertugas di Puskesmas Kecamatan Gambir Jakarta Pusat, ia pun eksis di Instagram dengan aktif mengunggah beragam tips dan informasi bermanfaat mengenai diet, pola makan sehat, pengaturan porsi dan masih banyak lagi, melalui gambar-gambar animasi yang lucu dan mudah dipahami.

Pernah gemuk saat masih remaja, pehobi kuliner, memasak dan traveling ini berulang kali menyebutkan perihal pola makan “isi piringku”. Hmm...apa ya itu? Langsung saja yuk simak bincang-bincang kami dengan penyuka ketoprak dan air putih ini.


Kenapa memilih menjadi ahli gizi / nutrisionis? Ada kisah atau latar belakang khususkah?

Kenapa memilih menjadi ahli gizi? Sebenarnya saya pun tidak terpikirkan, ngambil jurusan bidang kesehatan minatnya sih kedokteran tapi karena sudah tahu kemampuan sendiri sih sudah minder duluan. Hehehe...

Setelah lulus SMA saya sama seperti siswa pada umumnya yaitu bingung dalam mengambil jurusan perkuliahan apa untuk masa depan saya? Sehingga saya pun mengikuti semua ujian penerimaan mahasiswa mulai dari SNMPTN, Politeknik Kesehatan, Politeknik Negeri Lampung, dan lain lain. Setelah saya mengikuti ujian SNMPTN dengan memilih jurusan dan universitas secara acak tanpa tujuan dan minat sendiri (yang penting bisa kuliah), saya mengikuti ujian tes Politeknik Kesehatan Tanjung Karang, Lampung dan lagi-lagi saya juga masih di ambang kebingungan. Kemudian setelah melihat daftar jurusannya saya langsung memilah jurusan yang terhindar dari adanya pelajaran Fisika, dan jarum suntik (padahal pengen banget masuk kedokteran) lalu terbersitlah jurusan Farmasi karena jauh dari kata Fisika. Hehehe… 

Karena pilihannya dua jurusan saya pun memilih Gizi karena sering lihat di TV tentang pembicaranya adalah seorang Dokter Gizi (padahal beda ya seorang Ahli Gizi dengan Dokter Gizi) yang sedang membicarakan tentang makanan dan sains (karena hobi saya juga kulineran. Hehehe), kemudian tanpa sadar saya terbalik memilih jurusan sehingga jurusan Gizi pilihan pertama dan Farmasi pilihan kedua. 

Pengumuman SNMPTN pun keluar dan saya dinyatakan LULUS, lalu bagaimana perasaan saya? Senang atau sebaliknya? Jawabannya adalah saya sangat galau karena jujur saya memilih jurusan yang sama sekali saya tidak pahami dan minati sedikit pun. Akhirnya saya memutuskan untuk menunggu hasil pengumuman dari Politeknik Kesehatan. Pengumuman tes Politeknik Kesehatan pun keluar, karena berpikir pilihan pertama saya adalah Farmasi, di dalam daftar nama orang yang dinyatakan lulus nama saya tidak ada dan ternyata nama saya terdaftar di jurusan Gizi dengan pilihan pertama.

Saya pun terheran-heran serta yang paling mengagetkan lagi adalah nama saya termasuk dalam daftar “cadangan”. Sungguh hopeless dan sudah pasrah untuk mengambil hasil tes SNMPTN. Entah mengapa saya mulai kepo dengan jurusan Gizi karena ketertarikan saya di bidang kulinari yang dikaitkan dengan kesehatan serta terhindar dari Fisika dan jarum suntik ditambah lagi berita bahwa Indonesia sangat membutuhkan tenaga pendidik dan kesehatan yang membulatkan tekad saya untuk masuk jurusan Gizi sehingga dengan berat hati saya merelakan hasil dari tes SNMPTN tersebut dan memulai hari yang baru dengan mengikuti SNMPTN tahun depan dengan memilih jurusan Gizi. 

Dering telepon pun berbunyi dari pihak Politeknik Kesehatan yang menyatakan bahwa saya dipanggil untuk tes psikotes dan seketika perasaan saya bersyukur banget, tapi alasan saya dipanggil karena banyak peserta yang gugur di tes psikotes sehingga peserta cadangan pun bisa mengikuti tes selanjutnya. Di situ sedikit galau tapi saya sangat yakin kalau ini adalah jalan terbaik pasti akan dipermudah dan benar saja saya dinyatakan LULUS hingga tes-tes selanjutnya dan sampai saat ini saya sudah dinyatakan sebagai Nutrisionis. Maaf jadi terlalu panjang curhatannya. Hehehe…


Sejak kapan punya ide untuk membagikan tips / info seputar diet dan nutrisi dengan gambar-gambar lucu di Instagram? Apakah artinya segmentasi Anda adalah anak-anak dan remaja?

Memutuskan untuk membagikan tips / info seputar gizi melalui Instagram sekitar sebulan yang lalu dan untuk sasarannya sendiri sebenarnya adalah semua umur, alasannya membuat gambar animasi untuk meningkatkan minat pembaca.


Apa saja kesalahan paling umum dalam hal diet / nutrisi yang masih sering Anda lihat di masyarakat?

Kesalahan yang sering dilakukan oleh orang yang sedang berdiet adalah “Instan”. Banyak sekali orang yang memutuskan untuk berdiet dalam penurunan berat badan tapi inginnya secara “instan”. Kata-kata “instan” inilah yang sering digunakan oleh produk-produk pelangsing untuk memikat konsumennya padahal penurunan berat badan secara instan dilihat dari segi kesehatan sangatlah tidak baik dan tidak dianjurkan. Bayangkan saja, kamu menjadi gemuk butuh dua sampai lima tahun dan kamu ingin mengembalikan berat badanmu dalam waktu satu bulan? Apakah adil? Jadi ubahlah kata “instan” menjadi “sabar”.