Mum's Fitness | MOMS | 1 year ago
Siapkan Anak Anda Untuk Kehadiran Adik Barunya
Cobalah tips berikut untuk mempersiapkan anak Anda dalam menyambut saudara barunya sebelum dan sesudah bayinya lahir.
23 October 2017 15:23
Text by Astri Suciati

Ada banyak informasi yang tersedia untuk orang tua tentang kehadiran bayi baru, tapi bagaimana kalau bayi baru ini bukan yang pertama? Meskipun kedatangan adik baru membawa sukacita dan kegembiraan, hal itu juga dapat membahayakan rasa aman saudara kandungnya yang lain, membuat mereka marah, sebal dan benci atas tambahan keluarga baru. Karena itu, selain membuat rumah Anda siap untuk kehadiran bayi baru, penting bagi Anda untuk fokus juga mempersiapkan anggota keluarga lainnya.


Sebelum Bayi Lahir

Penting untuk melibatkan anak Anda dan menjaga rutinitas sesering mungkin dalam minggu-minggu sebelum dan sesudah kedatangan bayi Anda. Cobalah tips berikut ini:

  • Tunda diskusi bayi baru Anda sampai Anda menunjukkan kehamilan yang nyata, dan saat tiba waktunya, gunakan kalender untuk menandai hari-hari, atau bicarakan bagaimana bayinya akan tiba di musim tertentu (saat di luar panas), atau setelah acara tertentu (saat libur panjang sekolah).


  • Libatkan si kakak sebanyak yang mereka mau (biarkan pertanyaan mereka menjadi panduan bagi Anda).


  • Berterus teranglah tentang seperti apa setelah kedatangan bayi baru nanti, misalnya dengan menjelaskan: "Ibu akan sangat lelah," "Adik bayi akan menangis dan banyak tidur."


  • Mintalah kakak yang lebih tua untuk berbagi foto, cerita, dan video tentang masa bayi mereka. Anak-anak senang mendengar cerita tentang seperti apa hidup saat mereka masih bayi.


  • Hindari peralihan besar seperti mengganti pengasuh, pindah ke tempat tidur terpisah, berlatih ke toilet, menyingkirkan dot atau empeng, memulai prasekolah, dll. Jika si kakak harus menjalani perubahan ini karena adik bayinya yang baru, mulailah melakukannya sedini mungkin (setidaknya beberapa minggu sebelum bayinya lahir), jadi koneksi negatif tidak berkembang antara perubahan tersebut dan kedatangan bayi.


  • Siapkan si kakak untuk ketidakhadiran Anda selama kelahiran adik baru (berapa lama Anda akan pergi, di mana anak Anda akan tinggal). Bagaimana Anda bertindak memungkinkan anak Anda tahu bagaimana mengatur perasaannya. Jika Anda tampak sedih atau cemas, mereka juga akan merasa sedih atau cemas.


  • Gunakan permainan peran dengan boneka untuk membicarakan perasaan, penyesuaian, dan seperti apa hidup dengan saudara baru (permainan ini baik untuk anak yang masih balita).


Setelah Bayi Lahir

Izinkan si kakak untuk mengunjungi Anda di rumah sakit dan bertemu dengan adik bayi barunya segera setelah dia lahir. Ini akan membantu untuk memperkuat perasaan bahwa ini adalah acara keluarga yang istimewa. Tentu saja, jika Anda merasa seperti anak Anda akan takut dengan kondisi di rumah sakit (misalnya melihat Anda dalam jubah pasien atau dengan infus), biarkan acara perkenalan itu ditunda sampai Anda tiba di rumah. Beberapa petunjuk lagi yang bermanfaat yaitu:

  • Mintalah kakak yang lebih besar untuk menunggu memberikan hadiah kepada adik baru, sampai saat mereka pertama kali menemuinya.


  • Jangan membuat perbandingan (misalnya, "dia jauh lebih tenang daripada kamu saat masih bayi dulu," atau "kamu menangis lebih sering.")


  • Jangan khawatir jika si kakak tidak memperlihatkan minat pada adik barunya tersebut. Hubungan saudara memiliki waktu seumur hidup untuk berkembang.


  • Terimalah bahwa beberapa kemanjaan dan kerewelan dapat terjadi; ini normal. Perlakukan si kakak seperti adik bayinya untuk sementara waktu, jika memang itu yang sepertinya dia butuhkan.


  • Ingatkan orang-orang yang mengunjungi Anda untuk memperhatikan anak-anak Anda yang lebih tua dan memonitor pemberian hadiah. Hal yang dapat membuat si kakak kesal ketika melihat semua hadiah yang diterima hanya untuk adik bayinya yang baru lahir, terutama bila orang-orang tidak membawa sesuatu untuk mereka.


  • Cobalah untuk tidak menjadikan adik bayi atas alasan keterbatasan Anda yang baru (misalnya mengatakan "Ibu tidak bisa bermain dengan kamu sekarang karena Ibu harus memberi makan adik bayi," atau "Ibu perlu mengganti popok adik bayi, jadi kamu harus membaca sendiri."). Menjadikan adik baru sebagai alasan atas berkurangnya waktu yang biasa dihabiskan dengan Anda dapat melahirkan kebencian dalam diri si kakak. Sebaliknya, libatkan ia untuk membantu Anda merawat dan mengasuh adiknya.


  • Ciptakan peluang bagi kakak yang lebih tua untuk menjadi partisipan dan bukan pesaing (misalnya menyiapkan popok, membacakan cerita untuk adik bayinya, mendorong kereta).


  • Ingatkan si kakak atas hal-hal yang dapat mereka lakukan karena mereka lebih tua (misalnya makan sendiri, bermain dengan mainannya, pergi ke taman bermain).


  • Ingatlah untuk memberi si kakak waktu pribadi bersama Anda dan memperkuat pemikiran bahwa banyak hal yang dapat mereka bantu karena kemampuan mereka yang sudah lebih baik (misalnya, mengambil atau mengantarkan sesuatu, mengerjakan pekerjaan rumah ringan, menyiapkan makanan, dll.).


Bagaimana Jika Masalah Timbul?

Penelitian menunjukkan bahwa tahap perkembangan anak mempengaruhi penyesuaian mereka terhadap adik baru. Anak-anak berusia 2 tahun ke bawah memiliki lebih banyak kesulitan karena mereka masih memiliki kebutuhan yang kuat terhadap waktu dan kedekatan dengan orang tua. Stress pada keluarga juga membuat penyesuaian anak semakin sulit.

Ingat, bahkan kakak yang berkelakuan paling baik sekalipun bisa bermain terlalu kasar atau memeluk terlalu keras pada awalnya, jadi tunjukkan bagaimana cara bermain dengan lembut dengan adik baru mereka. Fokus pada perilaku positif yang ditunjukkan anak Anda kepada adiknya yang baru (misalnya dengan mengatakan "Ibu menyukai caramu membelai kaki adik bayimu."). Yang terpenting, jangan putus asa. Beberapa bulan pertama adalah penyesuaian besar untuk semua orang.