How To Lose Weight | WEIGHT LOSS | 1 year ago
Terkuak! Mana Yang Lebih Baik? Diet Rendah Karbohidrat Atau Protein Tinggi?
DIET INI BISA BERHASIL TAPI APAKAH BAIK UNTUK ANDA?
23 October 2017 21:07
Text by Webmaster

Apakah Anda tidak suka pasta dan roti tapi sangat menyukai protein? Kemungkinannya Anda telah memulai diet rendah karbohidrat dan tinggi protein yang sedang populer sekaligus kontroversi di mana diet ini membantu Anda menurunkan berat badan dengan cepat. Tapi penelitian terbaru telah membuktikan bahwa diet gaya Atkins dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah dan dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke. Profesor dari Harvard Medical School yang menelitinya bahkan tidak menjalani lagi diet rendah karbohidrat dan protein tinggi-nya setelah mendapatkan penemuannya.

Dr. Anthony Rosenzweig memulai penelitiannya dengan tim ilmuwan lainnya setelah temannya mengkritik kebiasaan makannya. Meskipun diet itu membantu orang menurunkan berat badan dengan cepat, mereka khawatir akan bahaya dari memakan makanan kaya lemak yang menyebabkan penyakit jantung dan masalah kandung kemih.


DIET ATKINS

Atkins merupakan diet rendah karbohidrat paling populer yang melarang memakan makanan berbahan tepung, gula, dan kentang, tapi memperbolehkan protein dan lemak. Beberapa jenis buah-buahan dan sayuran juga dilarang. Setelah mengundang kontroversi, ia telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, dan sekarang termasuk pelarangan mengkonsumsi pasta dan roti. “Penelitian kami menunjukkan bahwa, setidaknya pada hewan, diet ini bisa memiliki efek kardiovaskular yang merugikan,” kata Dr. Rosenzweig, dari Beth Israel Deaconess Medical Centre. “Tampaknya diet moderat dan seimbang, ditambah dengan olahraga teratur, mungkin terbaik bagi kebanyakan orang.”

Dalam penelitian tersebut, tiga tikus diberi makan dengan sistem diet yang berbeda: makanan tikus standar dengan karbohidrat tinggi, diet barat dengan karbohidrat dan protein yang sedang, dan diet rendah karbohidrat/berprotein tinggi. Diet rendah karbohidrat tidak mempengaruhi tingkat kolesterol, tapi ada perbedaan signifikan dalam dampak pada aterosklorosis (plak yang bisa berkembang dalam pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung dan stroke).

Setelah 12 minggu, tikus dengan diet rendah karbohidrat bertambah sedikit berat badan namun bertambah aterosklorosisnya 15% lebih banyak daripada makanan tikus standar. Tikus yang diet ala orang barat mendapat 9% kadar aterosklorosis. Penelitian ini masih dalam tahap awal dan para ahli mengatakan bahwa kejadian yang sama mungkin tidak berlaku bagi manusia. Tuesday Udell, petugas kebijakan gizi di Heart Foundation, mengatakan bahwa diet ini dapat mengakibatkan resiko penyakit jantung jangka panjang.

“Diet Atkins adalah pendekatan baru untuk makan, mendorong kebiasaan makan yang buruk, untuk penurunan berat badan jangka pendek, dengan mengorbankan kesehatan jangka panjang, ” katanya. ” Di Heart Foundation kami tidak menyarankan makanan dengan kadar lemak tinggi dan jenuh, yang telah terbukti meningkatkan resiko penyakit jantung. Untuk menjaga berat badan yang sehat, konsumsilah banyak buah dan sayuran, gandum, daging tanpa lemak dan mengurangi susu, dan berjalan selama 30 menit setiap hari.”

Setiap tahun, jutaan warga Indonesia gagal dalam upaya mereka untuk menurunkan berat badan. Diet pada umumnya dapat menyebabkan kenaikan berat badan dari waktu ke waktu dan lebih banyak memberi dampak buruk. Tania Feranto, ahli diet, mengatakan sebuah program diet belum tentu cocok bagi semua orang. “Kunci untuk menurunkan berat badan adalah makan lebih sedikit dari energy yang Anda keluarkan,” katanya. “Kita tahu bahwa orang-orang yang berhasil menurunkan dan mempertahankan berat badan melakukan sarapan, diet rendah lemak, memantau berat badan mereka secara teratur dan olahraga hampir setiap hari.” Kita juga tahu kepatuhan terhadap diet berdampak signifikan pada penurunan berat badan, sehingga penting untuk menemukan pola makan yang tepat untuk Anda dan memenuhi gizi individu dan kebutuhan gaya hidup.”

Feranto menganalisa tiga diet populer dan sekaligus menanggapinya:


DIET SUP KUBIS

Diet ini telah ada sekitar puluhan tahun yang lalu dan secara gizi tidak memadai. Ini termasuk buah dan sayuran dengan sedikit protein dalam seminggu. Diet ini rendah kalsium, zat besi, zinc, protein, karbohidrat dan lemak sehat. Akan berbahaya jika dilakukan lebih dari seminggu. Ini akan mengakibatkan hilangnya cairan dan otot dan setelah Anda berhenti diet berat badan akan bertambah lagi. Ini bukan pola makan jangka panjang dan tidak berguna untuk membantu orang mengembangkan kebiasaan makan yang sehat.


DIET CSIRO

Diet CSIRO Total Wellbeing menganjurkan orang untuk mengkonsumsi makanan dengan protein tinggi, karbohidrat sedang, dan rendah lemak. Sementara diet ini merekomendasikan makanan berbasis hewan kaya protein dan makanan dengan lebih sedikit karbohidrat, CSIRO masih memenuhi kebutuhan nutrisi kebanyakan orang karena memasukkan buah, sayuran, roti gandum dan sereal.

Beberapa orang sudah memakan lebih banyak daging dan protein daripada yang direkomendasikan oleh para ahli diet konvensional dan mungkin menganggap diet ini lebih mudah diadaptasi. Diet ini menganjurkan untuk memakan daging yang dipotong dengan ramping dan sesuai dengan yang direkomendasikan.

Penelitian ilmiah di Total Wellbeing menunjukkan bahwa dalam 12 bulan lebih, diet ini menurunkan berat badan sama dengan diet tinggi karbohidrat konvesional. Bagaimanapun, diet ini merupakan alternatif bagi orang yang ingin menurunkan berat badan karena berdasarkan pada bukti dan telah dikembangkan oleh peneliti nutrisi terhormat dari Australia.


DIET MAKROBIOTIK

Diet makrobiotik melibatkan semua biji-bijian, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan ikan. Tujuannya adalah untuk makan sedikit makanan olahan yang tinggi serat. Sementara makanan ini menyehatkan, beberapa makanan yang kaya nutrisi harus dieliminasi, termasuk makanan yang mengandung susu dan daging. Diet makrobiotik menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan rendah kalsium, zat besi, seng dan vitamin B12 dan vitamin D. Meskipun mungkin untuk menjalani diet makrobiotik sehat yang memenuhi kebutuhan gizi, diet ini membutuhkan perencanaan yang matang dan beberapa orang mungkin akan kesulitan untuk melakukannya.

Lebih mudah dan praktis untuk memakan makanan seimbang dari semua jenis makanan, seperti roti gandum dan sereal, buah, dan sayuran, makanan mengandung susu, daging, dan sedikit lemak dan minyak sehat.