Professional Athletes | INTERVIEWS | 1 month ago
Titis Indrahayu: Nutrisionis Yang Juga Jago Nge-Dance
Titis Indrahayu adalah seorang nutrisionis dengan segudang aktivitas. Selain aktif di profesinya sebagai ahli gizi, ia juga seorang instruktur Zumba, penulis dan entrepreneur.
20 August 2019 17:10
Text by Astri Suciati


Profil ahli gizi yang kami angkat kali ini cukup menarik. Titis Indrahayu, yang selain seorang nutrisionis juga koreografer bahkan instruktur Zumba yang tergabung dalam Zumba Instructor Network (ZIN™). Tak hanya itu, ia pun menggemari dunia penulisan kreatif dan kerap menciptakan karya berupa puisi dan cerpen hingga pernah menerbitkan beberapa buku antologi.

Lebih dari itu, lulusan Universitas Brawijaya Fakultas Kedokteran Jurusan Ilmu Gizi Kesehatan ini juga memiliki bisnis lain, yaitu online shop produk fashion untuk dewasa, juga bayi dan anak-anak. Tak ketinggalan ada pula makanan sehat dan kelas kebugaran. Wah, banyak ya kesibukan ibu tiga anak ini.

Penyuka pasta bayam dan sop buah ini membagikan berbagai hal yang mungkin bisa menjawab pertanyaan Anda seputar gizi, seperti berikut ini.



"Never stop dreaming, never stop believing, never stop learning, never stop trying, keep unstoppable!"


Bagaimana awalnya bisa tertarik dengan bidang nutrisi hingga akhirnya menjadi nutrisionis seperti sekarang?

Makanan apapun yang kita konsumsi akan berpengaruh terhadap sistem di tubuh kita dan menentukan kesehatan kita saat ini ataupun nanti. Selain ilmu gizi dapat dimanfaatkan dalam dunia kerja, juga dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga saya tertarik mempelajari gizi.


Sebagai seorang nutrisionis, apa perubahan dan tren yang Anda lihat dalam dunia makanan dan nutrisi selama beberapa tahun ini?

Ada banyak diet yang berkembang bahkan dijadikan lahan bisnis. Tidak semua diet dapat diterapkan, karena sebenarnya diet adalah pola, sesuatu yang harus dibiasakan dan dilakukan dengan seimbang.


Porsi makan yang sehat itu seperti apa sih? 

Porsi makan dengan konsep isi piringku. Isi piringku adalah acuan 1 kali makan, mengacu pada 1 piring terbagi menjadi dua:

* 50 persen piring buah dan sayur

* 50 persen lainnya terdiri dari 1/3 lauk dan 2/ 3 karbohidrat

Isi piringku dapat disesuaikan dengan kebiasaan dan karakter dari daerah masing-masing yang tentunya memenuhi gizi seimbang, juga dipengaruhi usia masing-masing individu. Jadi, isi piringku akan menentukan pola makan sehat dan mencukupi kebutuhan nutrisi harian.



Nutrition Talk bersama KomKar PLN Distribusi Jatim


Bagaimana pengaturan makanan untuk orang yang ingin menurunkan dan menaikkan berat badan?

Sederhana sekali sebenarnya, langkah awalnya adalah makan dengan teratur, ada jam makan utama (sekitar jam 7 pagi, 12 siang, dan 6 sore) dan jam makan camilan (jam 9 pagi, 3 sore, dan jika lapar diperbolehkan camilan sehat pada jam 9 malam). Hal ini membantu agar gula darah stabil dan tidak memperberat kerja lambung.


Apakah produk susu yang mengklaim bisa menaikkan berat badan itu benar-benar efektif? 

Saran terbaik saya adalah konsumsi aneka ragam makanan, sehingga kita akan memperoleh asupan yang kaya zat gizi. Hal itu juga berlaku ketika akan menaikkan atau pun menurunkan berat badan. Susu dengan klaim tersebut mungkin memiliki kandungan padat gizi, tetapi tetap imbangi dengan aneka ragam makanan lainnya.


Kenapa ada orang yang lebih suka ngemil makanan manis dan kenapa ada pula yang lebih suka makanan asin / gurih? Apa penyebabnya? 

Sebenarnya, kemampuan kita untuk merasakan rasa sudah dimulai sejak di dalam rahim, melalui cairan ketuban. Selain itu pengaruh pengenalan pola makan termasuk rasa dan tekstur akan menentukan cara memilih makanan yang akan kita konsumsi hingga dewasa. Apabila sejak bayi diberi makanan pendamping lebih sering dikenalkan rasa gurih, hingga balita lebih dominan diperkenalkan makanan gurih, maka kita akan lebih menyukai makanan tersebut.