Nutrition Tips | NUTRITION | 8 months ago
Tren Makanan Warna Ungu Kaya Nutrisi Yang Bakal Nge-Hits Tahun Ini
Tren makanan warna ungu yang tidak hanya Instagrammable namun juga kaya akan nutrisi.
05 March 2018 17:24
Text by Astri Suciati

Kita sudah pernah mengalami tren makanan warna-warni bak pelangi (rainbow food) dan makanan warna hitam (black food), dan untuk tahun 2018, kita akan menemui tren makanan berwarna ungu. Yaitu makanan yang memang berwarna ungu (seperti terong, anggur, dan plum), dan juga yang memiliki variasi warna ungu seperti wortel, kubis, dan ubi. Anda mungkin juga akan melihat beberapa makanan pendatang baru yang berwarna ungu di rak-rak kios buah dan sayuran di pasar swalayan langganan Anda, seperti winter berry dan elderberry. Berfokus pada warna tidak seaneh kedengarannya, dan British Heart Foundation mengatakan bahwa menyiapkan makanan dengan berbagai variasi warna membantu memastikan Anda mengisi piring Anda dengan berbagai nutrisi.

Makanan warna-warni mungkin menyenangkan untuk dilihat, namun konsumen sekarang mencari makanan Instagrammable berikutnya, dan mereka menginginkan sesuatu yang lebih alami daripada cake yang diwarnai dengan semua warna pelangi. Dimulai dengan makanan berwarna ungu. Dari lobak semangka hingga ubi dan wortel ungu, ada banyak makanan yang bisa memasukkan sedikit warna alami ke dalam piring Anda.

Ini adalah fakta yang terbukti secara ilmiah bahwa semakin gelap makanan, semakin tinggi tingkat antioksidannya. Antioksidan memiliki kemampuan untuk menangkal radikal bebas dan membuat Anda terlihat lebih muda untuk waktu yang lebih lama. Pigmen ungu di semua buah dan sayuran ini mengandung flavonoid, termasuk resveratrol, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Makanan dengan warna ungu juga mengandung berbagai polifenol yang bisa mengurangi respons inflamasi di tubuh.

Berikut adalah lima alasan untuk makan lebih banyak makanan berwarna ungu:

 

Membunuh kanker

Resveratrol yang ditemukan di anggur ungu, cranberry, blueberry, bilberry, anggur merah dan jus anggur dapat menghambat penyebaran kanker kolorektal pada penelitian terhadap hewan. Studi menjanjikan lainnya juga menunjukkan bahwa resveratrol dapat menyebabkan kematian sel kanker pada kasus kanker prostat, payudara, kulit, hati, paru-paru dan darah. Makan anggur merah setelah makan kari juga disarankan, karena zat kurkumin dalam kunyit membuatnya meningkatkan kemampuan anti-kankernya.

 

Melawan tukak lambung

Sebuah penelitian di tahun 2011 menemukan bahwa antosianin dari blackberry mengurangi pembentukan tukak lambung pada tikus. Para peneliti percaya hal ini karena antioksidan dalam blackberry mencegah oksidasi dan meningkatkan aktivitas antioksidan penting lainnya, seperti glutathione, yang secara alami ada dalam tubuh.

 

Bagus untuk organ hati

Beras hitam, yang memiliki lebih banyak antosianin per gram daripada blueberry, adalah butiran antioksidan lezat yang telah ditemukan untuk mengurangi kerusakan pada organ hati yang disebabkan oleh asupan alkohol yang berlebihan.

 

Bagus untuk jantung

Black currant dapat menurunkan kolesterol LDL "buruk" hingga 13 persen sambil meningkatkan kolesterol HDL "baik". Black currant dan bilberry memiliki lebih banyak antosianin daripada blueberry. Wild berry mentah memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi daripada buah berry mentah segar atau varietas beku.

 

Mencegah infeksi saluran kemih

Sayuran seperti kembang kol ungu, wortel ungu, kubis ungu dan ubi ungu mengandung pigmen tanaman yang sama, antosianin, yang juga terkandung dalam cranberry, dan bertanggung jawab atas kemampuannya melawan infeksi saluran kemih. Studi laboratorium menunjukkan bahwa senyawa antosianin melawan H. pylori, bakteri yang mengembangkan penyakit tukak lambung dan infeksi saluran kemih.